Naufal Apresiasi Sikap Bupati Mirwan yang Prioritaskan Layanan Kesehatan di Tengah Polemik JKA

Share

NUKILAN.ID | LHOKSEUMAWE – Mahasiswa Aceh Selatan di Lhokseumawe, Naufal Syahputra Adha, menyampaikan apresiasi terhadap langkah Mirwan MS yang menegaskan fasilitas kesehatan di Kabupaten Aceh Selatan tetap harus melayani masyarakat tanpa membedakan status desil dalam program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA).

Pernyataan tersebut muncul di tengah polemik penerapan sistem desil dalam layanan JKA yang belakangan memunculkan kekhawatiran di kalangan masyarakat terkait akses layanan kesehatan.

Menurut Naufal, keputusan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menunjukkan keberpihakan nyata terhadap hak dasar warga, terutama di saat sebagian masyarakat masih berupaya memahami mekanisme baru dalam pelaksanaan program JKA.

“Masalah kesehatan tidak bisa menunggu urusan data selesai. Ketika masyarakat datang dalam kondisi sakit, yang harus didahulukan adalah keselamatan dan penanganannya, bukan langsung dipusingkan dengan status desil,” ujar Naufal dalam keterangan tertulis yang diterima Nukilan.id pada Sabtu (9/5/2026).

Ia menilai, kondisi di lapangan masih menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara data administratif dengan kondisi ekonomi riil masyarakat. Menurutnya, tidak sedikit warga yang secara sistem tercatat berada pada kategori desil tinggi, namun secara ekonomi belum sepenuhnya mampu menanggung biaya pelayanan kesehatan secara mandiri.

Naufal menegaskan bahwa penggunaan data dalam penyaluran bantuan memang penting agar tepat sasaran, namun implementasinya tetap harus memperhatikan nilai kemanusiaan agar masyarakat tidak kehilangan rasa aman ketika membutuhkan pelayanan medis.

“Ada masyarakat yang hari ini terlihat mampu di data, tapi kenyataannya masih kesulitan ketika harus menanggung biaya rumah sakit sendiri. Hal-hal seperti ini harus dilihat dengan hati, bukan hanya angka,” katanya.

Ia juga menyambut positif arahan Bupati Aceh Selatan yang meminta seluruh rumah sakit maupun puskesmas tetap mengutamakan pelayanan kepada masyarakat tanpa mempersulit pasien hanya karena persoalan administrasi.

Bagi Naufal, fasilitas kesehatan harus tetap menjadi tempat yang memberi rasa aman bagi warga, terlebih bagi pasien yang datang dalam kondisi darurat.

“Jangan sampai ada warga yang menahan sakit karena takut biaya atau takut ditolak saat berobat. Pemerintah hadir justru untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan hak pelayanan kesehatan dengan layak,” tutupnya.

Naufal sebelumnya dikenal sebagai tokoh mahasiswa Aceh Selatan di Lhokseumawe yang aktif menyuarakan isu sosial dan stabilitas daerah. Sementara, Bupati Mirwan MS dalam sejumlah kesempatan juga menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik di Aceh Selatan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Read more

Local News