NUKILAN.ID | SUKA MAKMUE – Pemerintah Kabupaten Nagan Raya meminta Pemerintah Aceh menambah alokasi dana Transfer Ke Daerah (TKD) tahun anggaran 2026, yang dinilai masih jauh dari kebutuhan penanganan bencana di wilayah tersebut.
Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan, menyebutkan bahwa alokasi dana TKD yang diterima daerahnya saat ini hanya sebesar Rp2 miliar dari total sekitar Rp800 miliar lebih yang dialokasikan pemerintah provinsi.
“Dari jatah TKD provinsi sekitar 800 miliar lebih, Nagan Raya hanya mendapatkan Rp2 miliar. Ini sangat sedikit jika dibandingkan dengan tingkat kerusakan yang ada,” ujar,” kata Teuku Raja Keumangan di Nagan Raya, Rabu (22/4/2026).
Menurutnya, jumlah tersebut sangat tidak memadai mengingat dampak bencana yang terjadi di wilayahnya tergolong parah, khususnya pascabanjir yang melanda pada 26 November 2025 lalu.
Salah satu kerusakan terberat terjadi di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, di mana empat desa di kawasan dataran tinggi dilaporkan hancur, serta ratusan rumah warga hilang dan mengalami kerusakan berat.
Selain itu, infrastruktur vital juga terdampak, termasuk jembatan rangka baja sepanjang lebih dari 120 meter di kawasan Alue Waki, Gunung Kong, Kecamatan Darul Makmur, yang mengalami kerusakan parah akibat bencana.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya telah mengajukan usulan penambahan anggaran secara resmi kepada Pemerintah Aceh dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia.
Tak hanya itu, pemerintah daerah juga telah mengirimkan surat kepada Menteri Dalam Negeri untuk meminta dukungan percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan jembatan yang rusak.
Pemerintah daerah berharap pemerintah provinsi dan pusat dapat memberikan perhatian lebih terhadap proses pemulihan di Nagan Raya, sehingga aktivitas masyarakat dan roda perekonomian dapat kembali normal.
Hingga kini, masyarakat masih menantikan realisasi bantuan tambahan untuk memperbaiki akses vital yang terputus akibat bencana banjir tersebut, kata Teuku Raja Keumangan.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News



