Mengenal Sejumlah Rapper dan Grup Hip-Hop yang Berasal dari Aceh

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Setiap 11 Agustus diperingati sebagai Hari Hip-Hop Sedunia atau World Hip Hop Day. Perayaan ini bukan hanya menandai keberadaan hip-hop sebagai genre musik, tetapi juga menunjukkan bagaimana budaya tersebut berkembang menjadi gerakan sosial sekaligus gaya hidup yang memiliki pengaruh luas di berbagai negara.

Di Aceh, perkembangan hip-hop turut melahirkan sejumlah rapper, musisi, dan kelompok yang memiliki karakter tersendiri. Musik rap yang mereka bawakan tidak jarang dipadukan dengan bahasa daerah, budaya lokal, serta berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan anak muda Aceh.

Berikut sejumlah nama yang pernah mewarnai perjalanan musik hip-hop Aceh.

1. Lil O (Ozie Ramadhan)

Ozie Ramadhan atau lebih dikenal dengan nama Lil O merupakan rapper kelahiran Bireuen. Namanya cukup dikenal di kalangan pencinta hip-hop, khususnya anak muda Aceh, dan sempat populer hingga tingkat nasional pada era 2010-an.

Lil O dikenal melalui sejumlah karya rap yang menggabungkan nuansa lokal dengan gaya bahasa anak muda. Perjalanan kariernya kemudian menjadi perhatian publik setelah ia memilih beralih profesi dan bergabung sebagai anggota kepolisian.

2. Oranghutan Squad (OH Squad)

Oranghutan Squad atau OH Squad menjadi salah satu kolektif hip-hop Aceh yang cukup konsisten mempertahankan identitas daerah dalam karya mereka.

Kelompok ini memadukan aransemen rap modern dengan berbagai unsur budaya Aceh. Beberapa karya yang dikenal dari mereka antara lain “Saleum”, “Meuseuyehu”, dan “Meuseuraya”.

Kekuatan OH Squad juga terlihat dari penggunaan beragam bahasa daerah dalam lirik mereka. Bahasa Aceh, Gayo, Alas, Tamiang hingga Kluet pernah dihadirkan dalam karya-karya mereka, sehingga musik hip-hop menjadi ruang untuk memperkenalkan keberagaman budaya Aceh.

3. HipHop NAD Syndicate (HNS)

HipHop NAD Syndicate atau HNS termasuk salah satu kelompok yang hadir pada fase awal perkembangan komunitas hip-hop di Aceh.

Mereka dikenal sebagai salah satu penggerak skena hip-hop lokal. Salah satu karya yang cukup melekat bagi penikmat musik hip-hop Aceh adalah “Ranup Lampuan” versi rap.

Melalui karya tersebut, unsur seni dan budaya tradisional Aceh dikemas dengan aransemen hip-hop yang lebih modern. Perpaduan itu menjadi salah satu contoh bagaimana musik global dapat diolah dengan identitas budaya daerah.

4. Macbee

Macbee merupakan rapper asal Aceh yang tidak hanya beraktivitas di skena musik daerah. Ia juga sempat mengembangkan karier bermusiknya di Jakarta.

Dalam perjalanan tersebut, Macbee membawa karakter dan identitas budaya Aceh ke lingkungan industri musik yang lebih luas. Kehadirannya menjadi bagian dari perjalanan sejumlah musisi Aceh yang mencoba memperluas jangkauan karya hip-hop dari daerah ke tingkat nasional.

5. MC Jeri atau Jeri Taufik

Nama lain yang turut dikenal dalam skena hip-hop Aceh adalah Jeri Taufik Lizam atau MC Jeri. Musisi yang lahir di Blangpidie, Aceh Barat Daya, pada 8 Februari 1993 itu dikenal sebagai rapper, penulis lagu, pembuat konten, sekaligus figur publik.

Jeri mulai menekuni musik hip-hop sejak 2009 ketika berada di Banda Aceh. Pada masa awal kariernya, ia aktif dalam skena hip-hop lokal dan pernah menjadi bagian dari kelompok musik seperti APP MC.

Sebagai rapper dan penulis lagu, Jeri menghasilkan berbagai karya, baik secara solo maupun melalui kolaborasi. Sejumlah karya yang pernah dibawakannya antara lain “Mantra”, “Mokondo”, serta beberapa lagu yang dibuat pada awal dekade 2010-an.

Perjalanan para musisi tersebut memperlihatkan bahwa hip-hop di Aceh tidak sekadar mengadopsi budaya musik dari luar. Genre tersebut juga berkembang melalui proses adaptasi dengan bahasa daerah, tradisi, serta identitas masyarakat setempat.

Dari rap yang menggunakan bahasa lokal hingga penggabungan seni tradisional dengan beat modern, para pelaku hip-hop Aceh menunjukkan bahwa musik global dapat menjadi medium untuk memperkenalkan sekaligus mempertahankan kekayaan budaya daerah. (xrq)

Read more

Local News