Friday, 16 October 2026 Banda Aceh 32°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Daerah

Kualitas Udara Aceh Timur Masuk Kategori Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif

Kualitas udara di Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, berada pada kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif berdasarkan data Indeks Kualitas Udara (AQI) IQAir pada Jumat (16/10/2026) pukul 10.00 WIB. (Foto: Tangkapan layar/Nukilan)
Kualitas udara di Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, berada pada kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif berdasarkan data Indeks Kualitas Udara (AQI) IQAir pada Jumat (16/10/2026) pukul 10.00 WIB. (Foto: Tangkapan layar/Nukilan)

NUKILAN.ID | IDI RAYEUK – Kualitas udara di Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, berada pada kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif berdasarkan data Indeks Kualitas Udara (AQI) IQAir pada Jumat (16/10/2026) pukul 10.00 WIB.

Pantauan Nukilan.id, data IQAir menunjukkan indeks kualitas udara mencapai 107 AQI US, dengan konsentrasi polutan utama berupa partikel halus PM2.5 sebesar 38,1 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Konsentrasi tersebut setara dengan 7,6 kali nilai panduan tahunan PM2.5 yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). IQAir menyebutkan data kualitas udara di lokasi tersebut berasal dari model berbasis satelit.

PM2.5 merupakan partikel polusi udara berukuran 2,5 mikrometer atau lebih kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Paparan partikel ini menjadi perhatian karena dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok sensitif.

Dalam rekomendasi kesehatannya, IQAir menyarankan masyarakat mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan dan menutup jendela untuk menghindari masuknya udara kotor. Kelompok sensitif juga disarankan menggunakan masker saat berada di luar ruangan, sementara penggunaan alat pemurni udara dapat menjadi pilihan untuk membantu menjaga kualitas udara di dalam ruangan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian di tengah terpantau­nya sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera, termasuk Aceh.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi kabut asap yang menyelimuti Aceh berasal dari sebaran asap karhutla yang terpantau melalui citra satelit Himawari-9.

Berdasarkan pemantauan pada Rabu (14/10/2026) pukul 16.00 WIB, sebaran asap terdeteksi di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Di Sumatera, wilayah yang terpantau mengalami sebaran asap meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, dan Lampung.

Sementara itu, di Kalimantan, sebaran asap terpantau di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Meski demikian, data IQAir tersebut merupakan potret kondisi pada waktu pembaruan dilakukan. Indeks kualitas udara dapat berubah seiring kondisi cuaca dan pergerakan polutan. Karena itu, masyarakat disarankan memeriksa pembaruan kualitas udara sebelum beraktivitas di luar ruangan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News