Ekspor Aceh Melonjak 61,31 Persen pada Juni 2026, Neraca Perdagangan Surplus 59,27 Juta Dolar AS

Share

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat nilai ekspor barang asal Aceh pada Juni 2026 mencapai 85,31 juta dolar AS, meningkat 61,31 persen dibandingkan Mei 2026. Pada periode yang sama, nilai impor turun tajam menjadi 26,04 juta dolar AS atau merosot 75,15 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sehingga neraca perdagangan luar negeri Aceh mencatat surplus sebesar 59,27 juta dolar AS.

Kepala BPS Provinsi Aceh, Agus Andria SST, M.Si., mengatakan peningkatan ekspor pada Juni didorong oleh kenaikan nilai ekspor komoditas nonmigas, terutama dari sektor pertambangan.

“Nilai ekspor barang asal Provinsi Aceh pada bulan Juni 2026 sebesar 85,31 juta USD, naik hingga 61,31 persen dibandingkan Mei 2026. Sementara, nilai impor yang masuk ke Aceh mencapai 26,04 juta USD, turun hingga 75,15 persen dibandingkan Mei 2026. Dengan demikian, neraca perdagangan luar negeri Provinsi Aceh pada bulan Juni 2026 mengalami surplus hingga 59,27 juta USD,” kata Agus Andria, dilansir Nukilan dari siaran langsung akun YouTube BPS Aceh, Selasa (4/8/2026).

Agus menjelaskan, seluruh ekspor Aceh pada Juni 2026 berasal dari komoditas nonmigas. Kelompok komoditas terbesar berasal dari bahan bakar mineral (batubara) dengan nilai 52,10 juta dolar AS atau berkontribusi 61,08 persen terhadap total ekspor. Komoditas terbesar berikutnya adalah kopi dan rempah-rempah senilai 18,78 juta dolar AS, disusul lemak dan minyak hewan/nabati sebesar 11,20 juta dolar AS.

Dari sisi tujuan ekspor, India menjadi pasar utama dengan nilai ekspor mencapai 47,83 juta dolar AS atau sekitar 56,07 persen dari total ekspor Aceh. Komoditas yang dikirim ke negara tersebut didominasi batubara, minyak kelapa sawit (CPO), dan berbagai produk kimia. Selanjutnya, ekspor terbesar ditujukan ke Tiongkok senilai 14,29 juta dolar AS dan Amerika Serikat sebesar 12,33 juta dolar AS.

Menurut sektor lapangan usaha, ekspor Aceh masih didominasi hasil pertambangan yang mencapai 52,16 juta dolar AS atau menyumbang 61,15 persen dari total ekspor. Sementara sektor pertanian mencatat ekspor senilai 19,87 juta dolar AS, diikuti industri pengolahan sebesar 13,27 juta dolar AS.

Di sisi impor, BPS mencatat nilai impor Aceh pada Juni 2026 sebesar 26,04 juta dolar AS, didominasi komoditas gas propana dan butana senilai 21,63 juta dolar AS, bahan kimia anorganik sebesar 4,02 juta dolar AS, serta garam, belerang, dan kapur senilai 0,39 juta dolar AS. Impor utama tersebut berasal dari Amerika Serikat, Jepang, dan Thailand.

Selain itu, BPS mencatat sebagian besar ekspor komoditas asal Aceh dikirim melalui pelabuhan di dalam provinsi. Nilainya mencapai 64,31 juta dolar AS atau 75,39 persen dari total ekspor Juni 2026, sedangkan sisanya diekspor melalui pelabuhan di luar Aceh, terutama melalui Provinsi Sumatera Utara. []

Reporter: Sammy

Read more

Local News