NUKILAN.ID | TAPAKTUAN — Ma’had Ulumul Qur’an (MUQ) Aceh Selatan kembali menggelar Inspiring Tahfidz Qur’an and Science (ITQANS) untuk kedua kalinya. Pembukaan ITQANS II berlangsung di kompleks MUQ Aceh Selatan, Gampong Panjupian, Kecamatan Tapaktuan, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh ke-67 tersebut berlangsung selama empat hari, mulai Rabu (2/9/2026) hingga Sabtu (5/9/2026). Tahun ini, jumlah peserta meningkat signifikan menjadi sekitar 900 pelajar dan santri dari berbagai sekolah dan pesantren di wilayah Barat Selatan Aceh.
ITQANS merupakan ajang kompetisi pendidikan Islam yang memadukan kemampuan di bidang Al-Qur’an, sains, kepemimpinan, seni dan budaya, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Pada penyelenggaraan perdana tahun 2025, ITQANS diikuti sekitar 500 peserta dengan 16 cabang perlombaan. Sementara pada ITQANS II, panitia menambah tiga cabang sehingga total menjadi 19 cabang perlombaan.
Peningkatan jumlah peserta tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya minat sekolah dan pesantren di kawasan Barat Selatan Aceh untuk mengikuti kegiatan yang diselenggarakan MUQ Aceh Selatan.
Direktur MUQ Aceh Selatan, Dr. (Cand.) Tgk. Muhammad Ridho Agung, S.Pd., M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta, pendamping, tamu undangan, serta pihak-pihak yang mendukung pelaksanaan ITQANS II.
“Ahlan wa sahlan, selamat datang kami ucapkan kepada para mujahid ilmu, seluruh santri, siswa, pendamping, dan tamu undangan dalam pembukaan ITQANS II MUQ Aceh Selatan bagi antar-pesantren dan sekolah tingkat Barat Selatan Aceh. Sebuah kehormatan bagi kami, keluarga besar MUQAS, dapat menyambut para generasi emas bangsa, para pejuang ilmu dari berbagai pondok pesantren dan sekolah di ajang kompetisi yang penuh sportivitas ini,” ungkapnya.
Ia mengajak seluruh peserta menjadikan ITQANS bukan semata-mata sebagai ajang untuk meraih prestasi, tetapi juga sebagai ruang memperkuat persaudaraan antarlembaga pendidikan.
“Selamat bertanding dan selamat menjalin tali silaturahmi. Junjung tinggi kejujuran, karena prestasi sejati lahir dari jiwa yang berintegritas. Inilah ITQANS II, ruang bagi pelajar untuk menyatukan kecerdasan intelektual dan keluhuran akhlak. Mari jadikan momentum ini bukan sekadar mengejar piala, tetapi sebagai syiar Islam dan sarana mempererat ukhuwah Islamiyah antar-lembaga pendidikan,” ujarnya.
Ridho Agung juga menyampaikan bahwa rangkaian ITQANS II akan ditutup dengan konsolidasi dan seminar para ulama Aceh Selatan dengan tema “Al-Qur’an dan Menjaga Lingkungan”. Kegiatan tersebut digelar bekerja sama dengan Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HaKA) dan Perkumpulan Pembela Lingkungan Hidup (P2LH).
Perpaduan Al-Qur’an, Sains dan Budaya
ITQANS II tahun ini mengangkat tema “Meurumpok Budaya, Ta Jaga Alam Raya, Meusahoe Umat, Ta Meuneumat Bak Ilme Ngoen Agama”.
Melalui tema tersebut, MUQ Aceh Selatan berupaya memperluas ruang pendidikan dengan tidak hanya mengejar capaian akademik. Pembentukan karakter Qur’ani, penguatan ukhuwah Islamiyah, pelestarian budaya Aceh, serta kepedulian terhadap lingkungan turut menjadi bagian dari kegiatan.
Pembukaan ITQANS II turut diramaikan dengan sejumlah penampilan seni dan keilmuan, di antaranya Tilawatul Qur’an Jama’i oleh santri MUQ Aceh Selatan yang memiliki prestasi di bidang MTQ, penampilan Sanggar Seni Selaweut Rapai Geleng MUQAS, serta selebrasi nasyid dari santri TPQ Ulumul Qur’an.
MUQ Aceh Selatan sendiri dalam beberapa tahun terakhir mencatat sejumlah prestasi di bidang tahfiz Al-Qur’an, tilawah, olimpiade sains, serta Musabaqah Qira’atul Kutub (MQK). Lembaga tersebut juga mengembangkan kegiatan seni dan budaya Aceh, salah satunya melalui Rapai Geleng.
Prestasi tersebut turut mendorong meningkatnya ketertarikan masyarakat terhadap sistem pendidikan yang diterapkan di MUQ Aceh Selatan. Sejumlah sekolah dan pesantren juga disebut mulai menjadikan MUQ Aceh Selatan sebagai salah satu tujuan silaturahmi maupun studi banding.
Bazar ITQANS Ikut Gerakkan Ekonomi Warga
Rangkaian ITQANS juga membawa dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.
Saat pelaksanaan ITQANS I pada 2025, kehadiran sekitar 500 peserta dari berbagai sekolah dan pesantren ikut meningkatkan aktivitas sejumlah usaha masyarakat di Gampong Panjupian dan Tapaktuan.
Warung, toko kelontong, UMKM, penginapan, hingga sektor jasa turut merasakan aktivitas ekonomi yang muncul selama kegiatan berlangsung.
Pada pelaksanaan tahun ini, panitia kembali menyediakan stan bazar yang menjajakan beragam kuliner khas Aceh Selatan. Selain menjadi fasilitas bagi peserta, bazar tersebut dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk serta kuliner lokal kepada tamu dan peserta dari berbagai daerah.
Yayasan Dorong Dukungan Pemerintah
Pimpinan Yayasan Ulumul Qur’an Aceh Selatan, Tgk. Abrar Muda, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap berbagai capaian prestasi MUQ Aceh Selatan.
Ia juga meminta dukungan pemerintah daerah dan legislatif untuk membantu pemenuhan fasilitas pendidikan di lingkungan MUQ Aceh Selatan.
“Kami Pengurus Yayasan Ulumul Quran Aceh Selatan sangat mengapresiasi capaian-capaian prestasi MUQ Aceh Selatan. Kami mohon perhatian Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, anggota dewan kabupaten dan dewan provinsi Aceh yang hadir, mari kita bantu pemenuhan fasilitas pendidikan di MUQ Aceh Selatan agar ke depan MUQ dapat lebih baik lagi dalam mengharumkan nama baik Aceh Selatan di kancah nasional dan internasional,” katanya,” ungkap Abrar Muda.
Sementara itu, Sekretaris Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HaKA), Badrul Irfan, mengapresiasi kerja sama dengan MUQ Aceh Selatan dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan melalui pendekatan nilai-nilai Al-Qur’an.
“Kami dari Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HaKA) mengucapkan terima kasih banyak kepada MUQ Aceh Selatan yang telah bekerja sama dalam menanamkan kepedulian lingkungan berdasarkan nilai-nilai yang diajarkan Al-Qur’an melalui seminar dan konsolidasi para ulama Aceh Selatan di MUQ Aceh Selatan,” ujar Badrul Irfan.
Menurut Badrul, posisi MUQ Aceh Selatan yang berada di kawasan yang dikelilingi pegunungan menjadi lokasi yang relevan untuk membangun kesadaran mengenai pentingnya menjaga hutan, alam dan lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, Yayasan HaKA juga menyerahkan plakat kepada pihak MUQ Aceh Selatan sebagai simbol keberlanjutan kerja sama kedua lembaga.
Agama dan Sains Dinilai Dapat Berjalan Bersamaan
Konsep ITQANS yang menggabungkan pendidikan agama dan sains juga mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan.
Dalam sambutan yang disampaikan Kepala UPTD MUQ Aceh Selatan, Abdurrahman, S.HI., pemerintah daerah menilai perpaduan kedua bidang tersebut penting dalam pengembangan pendidikan.
“Lewat event ITQANS II ini kita kembali menggaungkan perpaduan dan integrasi antara agama dan sains yang selama ini banyak narasi mencoba memisahkan hal tersebut. Sebenarnya keduanya bisa berjalan beriringan tanpa harus meninggalkan salah satunya,” kata Abdurrahman.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap keterlibatan Organisasi Santri Ma’had Ulumul Qur’an Aceh Selatan (ORSAMUQAS) dalam pelaksanaan ITQANS II.
“Kita apresiasi kepada Organisasi Santri Ma’had Ulumul Qur’an Aceh Selatan (ORSAMUQAS) lewat ITQANS II ini. Santri MUQ telah mengambil peran dalam mengembalikan kekuatan ilmu-ilmu Islam tersebut,” ujarnya.
Dihadiri Sejumlah Unsur Pemerintahan dan Tokoh Daerah
Pembukaan ITQANS II turut dihadiri sejumlah unsur pemerintah daerah, legislatif, kepolisian, Kementerian Agama, lembaga pendidikan, serta masyarakat.
Sejumlah pejabat dan tokoh yang hadir antara lain Ketua DPRK Aceh Selatan Rema Mishul Azwa, S.E., Ak., M.Si., anggota DPR Aceh Komisi V bidang pendidikan Muhammad Iqbal, anggota DPRK Aceh Selatan Novi Rosmita, S.E., M.Kes., Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Selatan An-Nadwi, S.Pd., M.M., serta Kabid Manajemen Dinas Pendidikan Dayah Aceh Selatan H. Karimuddin, S.H.
Turut hadir Komisioner Baitul Mal Aceh Selatan M. Ikhsan, Kasi PD Pondok Pesantren Kantor Kemenag Aceh Selatan Erdinata, Kapolsek Tapaktuan IPTU Muhammad Akhir, Kepala Tata Usaha UPTD MUQ Aceh Selatan Nurniza, kepala sekolah SMP dan SMA Plus Ulumul Qur’an Aceh Selatan, komite pesantren, komite SMP dan SMA Plus Ulumul Qur’an, Keuchik Gampong Panjupian, dewan guru, santri, siswa, serta para pendamping peserta.
Dengan jumlah peserta yang mencapai sekitar 900 orang, ITQANS II menjadi salah satu ruang pertemuan pelajar dan santri dari kawasan Barat Selatan Aceh. Kegiatan tersebut sekaligus menggabungkan kompetisi, pendidikan, budaya, persaudaraan, dan kepedulian terhadap lingkungan. (XRQ)
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

