IMPAKS Bedah Persoalan DAS Kluet, Soroti Relasi Lingkungan, Ekonomi, dan Kekuasaan

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Ikatan Mahasiswa dan Pelajar Kluet Selatan (IMPAKS) menggelar diskusi bertajuk Daerah Aliran Sungai (DAS) Kluet yang dipimpin Penjabat Ketua IMPAKS, Nyak Irfansyahrefi, dengan Wirda Juma Hendra sebagai ketua panitia.

Forum tersebut menjadi ruang kritis untuk membedah persoalan lingkungan di kawasan DAS Kluet yang dinilai tidak lagi sebatas isu ekologis, melainkan telah menyentuh dimensi ekonomi, sosial, hingga tata kelola kekuasaan.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Nukilan.id, peserta forum itu menyoroti meningkatnya tekanan terhadap kawasan DAS akibat aktivitas eksploitasi sumber daya alam, seperti pertambangan material galian C dan pembukaan lahan yang dinilai mengancam keseimbangan ekosistem sungai.

Kerusakan yang terjadi di wilayah hulu disebut telah menimbulkan dampak berantai bagi masyarakat di kawasan hilir, mulai dari ancaman banjir, sedimentasi sungai, hingga penurunan kualitas air yang berpengaruh terhadap kesehatan dan sumber penghidupan warga.

Diskusi juga mengkritisi lemahnya pengawasan negara terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan. Sejumlah peserta mempertanyakan sejauh mana komitmen pemerintah dalam menegakkan aturan lingkungan dan memastikan regulasi tidak berhenti sebatas dokumen administratif.

Selain menyoroti peran negara, forum tersebut turut membahas posisi masyarakat lokal yang dalam beberapa kondisi ikut terlibat dalam aktivitas eksploitasi karena faktor ekonomi dan terbatasnya pilihan mata pencaharian.

Kondisi itu memunculkan dilema tersendiri. Di satu sisi, aktivitas seperti galian C menjadi sumber pendapatan bagi sebagian warga. Namun di sisi lain, praktik tersebut dinilai berpotensi mempercepat kerusakan lingkungan yang justru akan berdampak langsung pada kehidupan mereka dalam jangka panjang.

Kehadiran mahasiswa dalam forum tersebut juga memberi warna tersendiri. Mereka tidak hanya menjadi peserta pasif, tetapi aktif mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis mengenai siapa yang memperoleh keuntungan dari eksploitasi DAS dan siapa yang menanggung dampak paling besar dari kerusakan yang terjadi.

Diskusi tersebut menegaskan bahwa persoalan lingkungan di DAS Kluet tidak dapat diselesaikan secara parsial. Diperlukan pendekatan yang lebih menyeluruh dengan melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, dan generasi muda agar keberlanjutan ekosistem tetap terjaga.

Forum yang digagas IMPAKS itu sekaligus menjadi ruang advokasi intelektual untuk membangun kesadaran bahwa menjaga daerah aliran sungai bukan sekadar menjaga alam, tetapi juga menjaga keberlangsungan hidup masyarakat di masa depan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Read more

Local News