Illiza Sebut Kopi Jadi Bagian dari Budaya dan Penggerak Ekonomi Banda Aceh

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, menjadi pusat perayaan kopi melalui Banda Aceh Colossal Coffee Experience (BACCE) 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 18-20 September ini mempertemukan pelaku industri kopi, barista, seniman, komunitas, pelaku UMKM, dan masyarakat.

Pembukaan BACCE 2026 berlangsung Jumat (18/9/2026) malam. Seremoni ditandai dengan aksi menggiling biji kopi Arabika secara manual oleh Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal bersama Plt Deputi Bidang Pengembangan dan Penyelenggara Kegiatan Kementerian Pariwisata RI Hafiz Agung Rifa’i, Asdep Event Daerah Reza Fahlevi, serta unsur forkopimda.

Dalam sambutannya, Illiza menyebut penyelenggaraan BACCE memiliki kaitan erat dengan kehidupan masyarakat Aceh yang menjadikan kopi sebagai bagian dari aktivitas sosial dan ekonomi.

“Malam ini kita tidak hanya membuka sebuah festival. Malam ini kita sedang merayakan sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Aceh, kopi,” ujarnya.

“Di Banda Aceh, kopi bukan sekadar minuman. Kopi adalah budaya, ruang bertemu, ruang diskusi, dan penggerak ekonomi,” ujarnya lagi.

Illiza mengatakan identitas Banda Aceh sebagai Kota Seribu Warung Kopi menggambarkan peran warung kopi dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, ruang-ruang tersebut tidak hanya menjadi tempat menikmati kopi, tetapi juga tempat bertemunya masyarakat serta munculnya gagasan dan peluang usaha.

Ia juga mengapresiasi dukungan Kementerian Pariwisata terhadap BACCE 2026. Bersama Aceh Ramadhan Festival, BACCE tahun ini masuk dalam kalender resmi Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Sementara Aceh Culinary Festival disebut telah konsisten masuk dalam 10 besar KEN.

“Pengakuan ini adalah amanah sekaligus tantangan. Kita harus buktikan setiap rupiah dan usaha dalam agenda ini benar-benar berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, mendorong daya beli, dan memperkuat promosi potensi daerah ke ranah internasional,” sebutnya.

Selama pelaksanaan festival, berbagai unsur budaya dan ekonomi kreatif ditampilkan. Kopi saring khas Aceh dipertemukan dengan teknologi modern, seni pertunjukan, fashion lokal, serta kuliner khas.

“Kita ingin dampak BACCE tidak redup saat panggung ditutup. Di tangan para peracik kopi, pemilik kedai, dan pelaku UMKM lah, cangkir-cangkir kopi kita tidak hanya menyajikan rasa, tetapi juga menyajikan cerita tentang peradaban dan harapan masa depan daerah kita,” kata Illiza.

Pada malam pembukaan, Illiza tampil mengenakan busana bermotif Gayo, salah satu kawasan sentra produksi kopi di Aceh.

Sementara itu, Hafiz Agung Rifa’i menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pariwisata dan seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan pariwisata berbasis budaya, termasuk tradisi ngopi.

“Tahun ini untuk pertama kalinya BACCE terpilih dalam 110 Karisma Event Nusantara 2026. BACCE bukan semata atraksi perayaan budaya, event ini wujud nyata sinergi dan kolaborasi antara budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, dan semangat bersama seluruh warga Banda Aceh,” ujarnya.

Menurut Hafiz, kopi Aceh memiliki nilai ekonomi sekaligus fungsi sosial. Tradisi minum kopi dinilai menjadi salah satu ruang interaksi masyarakat yang tetap relevan di tengah perkembangan dunia digital.

“Melalui penyelenggaraan ini, mari kita sama-sama menjaga, melestarikan, dan mengembangkan warisan budaya ngopi agar semakin dikenal tidak hanya di tingkat nasional tapi juga internasional.”

Selain pelestarian budaya, BACCE juga diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas.

“Dan yang tak kalah penting untuk memberikan ruang kreasi bagi masyarakat untuk terus berkarya dan menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya ngopi Aceh,” katanya.

Hafiz menambahkan, Kementerian Pariwisata melalui program Event by Indonesia terus mendorong pengembangan kegiatan yang mengangkat kekayaan intelektual dan budaya lokal.

“Upaya ini kita lakukan agar kita mampu bersaing di tingkat global serta mendorong peningkatan kualitas wisatawan, lama tinggal, dan belanja,” ujar Hafiz.

Dalam pembukaan tersebut, Hafiz turut menyerahkan Piagam KEN 2026 kepada Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Read more

Local News