Hilang Diterjang Banjir, MIN 5 Pidie Jaya Mulai Dibangun Kembali

Share

NUKILAN.ID | MEUREUDU — Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Pidie Jaya, Aceh, yang hilang diterjang banjir pada akhir November 2025, kini mulai dibangun kembali. Proses pembangunan gedung baru madrasah tersebut telah berjalan sejak sekitar satu bulan terakhir.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Aceh, Azhari, mengatakan pembangunan kembali MIN 5 Pidie Jaya menjadi kabar baik bagi dunia pendidikan di daerah tersebut setelah lokasi sekolah lama berubah menjadi aliran sungai akibat bencana banjir.

“Tahapan pembangunan kembali MIN 5 Pidie Jaya ini sudah berlangsung sekitar sebulan lalu,” kata Azhari di Banda Aceh, Jumat (12/6/2026).

Menurut Azhari, gedung baru MIN 5 Pidie Jaya dibangun di atas lahan seluas 6.200 meter persegi yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi madrasah lama. Lokasi baru dipilih karena lebih aman dan tidak berada di kawasan yang terdampak langsung aliran sungai.

Ia menjelaskan, saat ini pembangunan masih berada pada tahap penimbunan tanah. Dari total pekerjaan yang direncanakan, sekitar 70 persen area telah selesai ditimbun.

“Pembangunan MIN ini sekarang baru tahap penimbunan tanah, sekitar 70 persen yang sudah tertimbun,” ujarnya.

Selama proses pembangunan berlangsung, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Para siswa untuk sementara waktu mengikuti pembelajaran di bangunan yang telah disiapkan sebagai lokasi belajar sementara.

Untuk mendukung pembangunan kembali madrasah tersebut, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam mengalokasikan bantuan dana sebesar Rp12 miliar. Anggaran itu akan digunakan untuk membiayai seluruh pembangunan fisik sekolah hingga penyediaan fasilitas dan meubelair baru.

“Alhamdulillah MIN 5 Pidie Jaya segera dibangun, terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, terutama masyarakat yang telah ikhlas menghibahkan tanahnya,” kata Azhari.

Pembangunan MIN 5 Pidie Jaya dilakukan di atas lahan hibah dari sejumlah warga Aceh. Salah satu penyumbang tanah hibah adalah Nur Azizah, istri mantan Kepala Kanwil Kemenag Aceh periode 2014–2020.

Selain dukungan lahan, penyusunan master plan pembangunan madrasah juga mendapat bantuan dari Universitas Syiah Kuala melalui Fakultas Teknik.

Berbagai pihak turut berkontribusi dalam proses pembangunan tersebut, di antaranya Pemerintah Aceh melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), masyarakat umum, Satgas PRR Sumatera, serta Kanwil Kemenag Aceh yang membantu proses penimbunan lahan.

Sementara itu, Sekretaris Dirjen Pendidikan Islam, Arskal Salim, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Aceh, khususnya warga Seunong, yang telah berperan aktif menghibahkan tanah mereka demi mendukung keberlangsungan pendidikan keagamaan dan pelayanan Kantor Urusan Agama (KUA).

Pembangunan kembali MIN 5 Pidie Jaya diharapkan dapat segera selesai sehingga para siswa dapat kembali belajar di fasilitas yang lebih aman dan representatif setelah kehilangan sekolah mereka akibat bencana banjir yang melanda kawasan tersebut pada penghujung tahun 2025.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

spot_img

Read more

Local News