NUKILAN.ID | Aceh Besar – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Aceh menemukan masih lemahnya dukungan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terhadap akses pembiayaan dan pemasaran bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Temuan tersebut menjadi salah satu faktor yang dinilai menghambat efektivitas program pemberdayaan UMKM di daerah tersebut.
Dalam laporan hasil pemeriksaan kinerja, dikutip Nukilan, BPK menyebutkan Pemkab Aceh Besar belum optimal memberikan literasi keuangan dan pendampingan kepada pelaku UMKM agar memenuhi persyaratan memperoleh akses pembiayaan dari lembaga keuangan (bankable). Selain itu, Sistem Resi Gudang (SRG) juga belum dioperasikan secara optimal sebagai alternatif pembiayaan bagi pelaku usaha.
BPK menilai kondisi tersebut disebabkan belum adanya perencanaan program literasi keuangan dan pendampingan pembiayaan yang disusun secara terstruktur dan berkelanjutan. Pemerintah daerah juga dinilai belum memiliki strategi pemanfaatan SRG sehingga fasilitas tersebut belum memberikan manfaat sesuai tujuan pembangunannya.
Akibatnya, banyak pelaku UMKM belum memperoleh akses pembiayaan yang memadai untuk mengembangkan usahanya.
Selain persoalan pembiayaan, BPK juga menemukan pemerintah daerah belum optimal memfasilitasi pemasaran produk UMKM, baik melalui sarana pemasaran konvensional maupun digital. Pemkab Aceh Besar juga dinilai belum menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga dalam mendukung promosi produk UMKM.
Menurut BPK, keterbatasan dukungan tersebut berdampak pada rendahnya kemampuan pemasaran pelaku UMKM di Aceh Besar sehingga peluang memperluas pasar belum dimanfaatkan secara maksimal.
Untuk memperbaiki kondisi tersebut, BPK merekomendasikan agar Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan menyusun program literasi keuangan, melakukan pemetaan pelaku UMKM yang membutuhkan akses perbankan, serta menyusun strategi pemanfaatan SRG. BPK juga meminta pemerintah daerah menyediakan informasi mengenai kegiatan promosi dan pameran UMKM serta menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga guna memperluas pemasaran produk UMKM. []
Reporter: Sammy

