Harimau Sumatera Hasil Evakuasi Serbajadi Kembali ke Habitat di TNGL

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh melepasliarkan kembali seekor harimau sumatera betina berusia sekitar 1,5 tahun ke kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), setelah sebelumnya dievakuasi dari Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur.

Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata, membenarkan pelepasliaran harimau yang kemudian diberi nama Jering tersebut.

“Benar, sudah kita lepasliarkan kembali pada hari Kamis 10 September 2026, kembali ke habitat aslinya kawasan TNGL yang lebih aman dan sesuai,” kata Ujang saat dikonfirmasi Nukilan, Selasa (15/9/2026).

Jering sebelumnya dievakuasi setelah terjadi interaksi negatif dengan manusia di wilayah Serbajadi. Evakuasi dilakukan untuk mencegah risiko terhadap keselamatan masyarakat maupun satwa.

Sebelum dilepasliarkan, Jering menjalani pemeriksaan medis, perawatan dan observasi di kandang habituasi BKSDA Aceh. Tim memantau kondisi fisik sekaligus perilaku satwa untuk memastikan kemampuannya kembali hidup di alam.

“Sebelum dilepasliarkan, Jering menjalani pemeriksaan medis, perawatan intensif, serta observasi terhadap perilaku liarnya,” ujar Ujang.

Hasil observasi menunjukkan kondisi Jering sehat dan masih memiliki sifat liar yang baik. Kondisi tersebut menjadi dasar bagi tim untuk mengembalikannya ke habitat alami.

Ujang mengatakan lokasi pelepasliaran juga ditentukan melalui sejumlah pertimbangan. Tim tidak hanya melihat kondisi habitat, tetapi juga memperhitungkan ketersediaan pakan, populasi satwa, aksesibilitas, penghalang alami, jarak dengan aktivitas masyarakat serta potensi ancaman di lokasi.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, kawasan TNGL dipilih sebagai lokasi pelepasliaran karena dinilai lebih aman dan sesuai bagi Jering untuk kembali menjalani kehidupan di alam liar.

Pelepasliaran dilakukan tim gabungan yang terdiri atas BKSDA Aceh, Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Forum Konservasi Leuser (FKL), Wildlife Conservation Society-Indonesia Program (WCS-PI), serta Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Centre (YOSL-OIC). Proses tersebut juga mendapat pengawalan kepolisian dan Babinsa setempat.

BKSDA Aceh mengimbau masyarakat tetap berhati-hati apabila kembali menemukan harimau sumatera di sekitar perkebunan atau permukiman.

Masyarakat diminta tidak mendekati, mengejar, menangkap atau melakukan tindakan yang dapat membahayakan satwa. Jika menemukan keberadaan harimau, warga diharapkan segera melaporkannya kepada petugas agar dapat dilakukan penanganan sesuai prosedur konservasi. []

Reporter: Sammy

Read more

Local News