NUKILAN.ID | BANADA ACEH — Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Ar-Raniry Banda Aceh meyudisium 509 mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan pada program studi masing-masing, Selasa, 15 September 2026.
Yudisium berlangsung di Auditorium Prof. Ali Hasymi dan dihadiri jajaran pimpinan universitas dan fakultas, pimpinan program studi, para lulusan, serta Senator Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.
Ketua Panitia, Prof. Dr. Ismail Muhammad, M.Ag., dalam laporannya menyebutkan sebanyak 509 mahasiswa mengikuti prosesi yudisium. Dari jumlah tersebut, 408 mahasiswa tercatat menyelesaikan studi dengan masa studi delapan tahun.
Data tersebut, kata dia, menjadi bahan evaluasi bagi fakultas untuk memperkuat layanan akademik, pendampingan mahasiswa, serta sistem monitoring studi agar penyelesaian pendidikan dapat berlangsung lebih efektif dan tepat waktu.
Dekan FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Safrul Muluk, M.Ed., Ph.D., mengucapkan selamat kepada seluruh mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan.
Ia mengingatkan bahwa yudisium bukanlah akhir dari proses belajar. Para lulusan diharapkan terus mengembangkan kapasitas diri, membangun karier, dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Menurutnya, kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi juga menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki lulusan. Selain kemampuan akademik, lulusan dituntut memiliki keterampilan komunikasi, berpikir kritis, kreativitas, serta kemampuan memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif.
Yudisium tersebut turut diisi orasi ilmiah oleh Senior Lecturer Flinders University, Australia, Dr. Zamzami Zainuddin, M.A., dengan tema “Belajar Beradaptasi dan Berkarir di Era Digital dan AI.”
Dr. Zamzami menjelaskan perkembangan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI) telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan dan dunia kerja. Kondisi tersebut menuntut lulusan perguruan tinggi untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi agar mampu mengikuti perubahan.
Bagi lulusan FTK yang sebagian besar akan memasuki dunia pendidikan, kemampuan beradaptasi dengan teknologi dinilai semakin penting. Pendidik tidak hanya dituntut menguasai bidang keilmuan, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif, efektif, dan bertanggung jawab.
Pelaksanaan yudisium juga menjadi bagian dari upaya FTK mendukung visi Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag., serta arah kebijakan Menteri Agama RI dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan dan kompetensi sumber daya manusia.
Lulusan perguruan tinggi keagamaan juga diharapkan mampu menghadapi perkembangan zaman dan mengambil peran dalam menjawab berbagai tantangan di masyarakat.
FTK UIN Ar-Raniry menyampaikan selamat kepada 509 mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan. Para lulusan diharapkan terus menjaga nama baik almamater, mengembangkan diri, serta memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

