NUKILAN.ID | JANTHO – Gampong Lam Asan, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar, mulai mengelola sampah secara mandiri melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS-3R) yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Asan Berseri.
TPS-3R tersebut merupakan bantuan Pemerintah Pusat melalui dana Otonomi Khusus (Otsus) tahun 2025, serta dibina oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Aceh Besar. Program ini bertujuan untuk mengurangi volume sampah dari sumbernya sekaligus meningkatkan ekonomi lokal dan menjaga kelestarian lingkungan.
Ketua BUMG Asan Berseri, Syuhada, kepada Nukilan.id mengatakan saat ini operasional TPS-3R masih dijalankan oleh dua tenaga kerja. Proses yang berjalan meliputi pengumpulan sampah dari rumah warga di Gampong Lam Asan serta empat gampong tetangga.
“Saat ini proses pengumpulan sampah baru dari gampong Lam Asan dan empat gampong tetangga,” ujarnya di lokasi TPS-3R, Jumat (10/4/2026).
Ia menjelaskan, pengolahan sampah dilakukan dengan pemilahan berdasarkan warna, kemudian dicacah menjadi bagian kecil sebelum dikemas dan diberi label. “Setelah dicacah kecil-kecil sesuai warna, selanjutnya dikemas dan pemberian label,” ujarnya.
Keuchik Lam Asan, Jufri, menyebutkan bahwa pendapatan BUMG yang menjadi Pendapatan Asli Gampong (PAG) diperoleh dari kontribusi warga sebesar Rp15.000 per rumah setiap bulan, serta dari penjualan hasil cacahan sampah ke penampungan maupun ke Medan.
“Saat ini pendapatan BUMG selajutnya menjadi PAG yaitu dari kontribusi masyarakat yang sampahnya kita kumpulkan dari rumah, sekitar 1 sampai 2 juta rupiah,” sebutnya.
Namun, ia mengakui pihaknya masih membutuhkan mesin press untuk pengemasan agar nilai jual produk dapat meningkat. “Saat ini BUMG membutuhkan mesin press agar bisa pachaging sendiri dan bisa dijual lebih dari pendapatan saat ini, serta akan berupaya mencari sumber sampah yang lebih luas,” katanya.
Sementara itu, Camat Kuta Baro, Zahrul Fuadi, mengatakan kehadiran TPS-3R ini tidak hanya mendukung pengelolaan sampah mandiri, tetapi juga berpotensi menambah pendapatan gampong sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.
“Untuk itu, kita berharap masyarakat dapat ambil bagian dalam mendukung program BUMG ini, karena hasilnya nanti juga akan kembali kepada masyarakat, baik itu dampak lingkungan yang bersih terbebas sampah serta PAG untuk pembangunan gampong,” harapnya. (XRQ)
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News



