NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Aksi unjuk rasa ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Aceh (ARA) di depan Kantor Gubernur Aceh, Senin (4/5/2026), berakhir ricuh pada sore hari. Ketegangan mulai memuncak sekitar pukul 17.15 WIB saat aparat kepolisian melakukan pembubaran massa aksi.
Dalam proses pembubaran, aparat dilaporkan menyiram massa menggunakan air. Situasi yang sebelumnya berlangsung tertib berubah menjadi chaos setelah terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dan petugas di lokasi.
Mengutip Masakini.co, di tengah kericuhan tersebut, salah seorang massa aksi, Dani, mengaku sejumlah peserta demonstrasi diamankan secara paksa oleh aparat. Ia bahkan menyebut ada enam orang yang sempat dibawa saat insiden berlangsung.
“6 orang diculik, yang satunya entah sempat lepas,” ujarnya di lokasi kejadian.
Selain itu, Aliansi Rakyat Aceh mengklaim banyak peserta aksi mengalami pemukulan dan luka-luka saat proses pembubaran berlangsung. Massa menyebut sejumlah mahasiswa menjadi korban ketika aparat memukul mundur demonstran dari area aksi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan tindakan kekerasan maupun klaim penculikan terhadap peserta aksi.
Sementara itu, kondisi di sekitar Kantor Gubernur Aceh berangsur kondusif setelah massa mulai membubarkan diri.
Sebelumnya, aksi tersebut digelar sebagai bentuk penolakan terhadap Pergub Nomor 2 Tahun 2026 tentang perubahan skema Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) yang dinilai tidak lagi berpihak kepada masyarakat secara menyeluruh.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

