Wednesday, December 7, 2022

Bupati Aceh Tamiang Optimis Minyak Nilam Mampu Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Nukilan.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang dalam berupaya mendorong pengembangan nilam di Aceh Tamiang kian serius. Komitmen dan keseriusan itu dibuktikan Bupati Aceh Tamiang, H Mursil, SH, M.Kn yang ikut terjun langsung mendampingi tim survei Penyusunan DED Factory Sharing Berbasis Nilam dari Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) Republik Indonesia pada Sabtu (2/4/22) di Aceh Tamiang.

Dalam kesempatan itu, Bupati Mursil mengatakan, kedatangan Tim Survey ini menjadi angin segar bagi usaha pengembangan nilam yang tengah diseriusi Pemkab Aceh Tamiang. Ia berharap dari sini nantinya membawa hasil yang sesuai dengan perencanaan, yakni terbentuknya sentra-sentra produksi minyak nilam di Bumi Muda Sedia ini.

“Kedatangan tim survei Kementerian Koperasi dan UKM ini, kita harapkan dapat segera membantu terbangunnya sentra-sentra penyulingan minyak nilam di Aceh Tamiang,” ungkap Bupati.

Dalam mengakselerasi pengembangan nilam ini, pihaknya menjalin kerjasama multi pihak, di antaranya Kemenkop UKM RI, dan Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala (USK). Inisiasi-inisiasi ini, kata dia, untuk mempercepat implementasi pembangunan sentra produksi minyak nilam.

“Dengan ARC, misalnya, mereka sudah merangkai kerja sama dengan para produsen parfum Prancis. Ini peluang kita. Makanya kita harus percepat implementasi pembangunan sentra minyak nilam,” jelas Bupati.

Bupati Mursil menambahkan dirinya meyakini lahirnya sentra produksi minyak nilam Aceh Tamiang mampu mengangkat perekonomian petani dan masyarakat sebagai dampak multiplier effect yang ditimbulkan.

“Kalau sentra penyulingan minyak nilam bisa berhasil, insyaallah ekonomi masyarakat akan ikut terangkat. Ini yang paling penting,” pungkas Bupati dengan optimis.

DED Terkait Alur Produksi dan Industri Nilam

Sebelumnya, Risris Nurjaman, Tenaga Ahli Penyusunan DED Factory Sharing Berbasis Nilam, Kementerian Koperasi dan UKM RI, menerangkan, kehadiran tim yang berjumlah tiga personel tersebut untuk penyusunan DED yang berkaitan dengan alur produksi dan industri koperasi primer untuk pembuatan minyak nilam.

“Survei ini dilakukan untuk penyusunan DED yang berkaitan dengan alur produksi dan industri koperasi primer untuk pembuatan minyak nilam, yang menjadi program kerja Kemenkop UKM,” ucapnya menerangkan.

Risris menambahkan, pihaknya secara berkesinambungan membangun komunikasi dan koordinasi intensif dengan pemkab setempat. Ia menyebutkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan pusat riset unggulan nilam seperti ARC USK.

Dua Titik Calon Lokasi Pengembangan Minyak Nilam

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan yang ikut mendampingi Bupati dan tim survei menuturkan, ada dua titik yang disurvei, yakni areal kampus politeknik, Kp. Sapta Marga, Manyak Payed, dan Kp. Paya Meta, Karang Baru. Namun, kata Safuan lagi, pendamping tim yang terdiri unsur Distanbunnak, Bappeda, Humas, serta pengurus Koperasi Aroma Tamiang Makmur, juga mengunjungi ketel milik koperasi petani nilam yang berada di Kp. Pantai Tinjau, Sekerak.

“Kita sengaja bawa, supaya tim survei melihat langsung ketel penyulingan nilam tradisional yang sekarang beroperasi. Jadi mereka punya gambaran, seperti apa nanti ketel penyulingan yang dibutuhkan oleh petani yang bernaung di bawah koperasi primer nilam kita,” tuturnya Kadis

Terakhir, Bupati Mursil turut membawa tim survei mengunjungi areal tambak klaster pengembangan udang vaname di Kp. Dagang Setia, Manyak Payed. Disebutkan Mursil, hasil panen udang klaster itu dikelola oleh koperasi yang dikelola oleh para petambak setempat.

Tampak ikut mendampingi tim survei, Kabag Humas, Azwanil Fakhri, Plt. Sekretaris Bappeda, M. Yani, Ketua Koperasi Aroma Tamiang Makmur, Rianto Waris dan sejumlah pengurus. [Poris]

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img