Wednesday, 7 October 2026 Banda Aceh 26°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Daerah

BI Aceh Targetkan Transaksi Meuseuraya Festival Tembus Rp5 Miliar

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh, Agus Chusaini usai kegiatan Bincang Bincang Media (BBM) di Banda Aceh, pada Senin 5 Oktober 2026. (Foto: Nukilan/Rezi)
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh, Agus Chusaini usai kegiatan Bincang Bincang Media (BBM) di Banda Aceh, pada Senin 5 Oktober 2026. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh menargetkan transaksi lebih dari Rp5 miliar dalam pelaksanaan Meuseuraya Festival 2026 yang digelar di Bale Meuseuraya Aceh, Banda Aceh, pada 22-25 Oktober 2026.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Aceh, Agus Chusaini, mengatakan Meuseuraya Festival tidak hanya diarahkan sebagai ajang promosi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tetapi juga menjadi wadah untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan transaksi pelaku usaha.

“Target transaksi kita lebih dari Rp5 miliar, termasuk omzet dan business matching ekspor,” kata Agus dalam keterangannya kepada Nukilan, Senin (5/10/2026).

Menurut dia, Meuseuraya Festival 2026 menargetkan sedikitnya 1.200 peserta yang akan terlibat dalam berbagai forum dan talkshow. Selain itu, sekitar 140 UMKM akan mengisi rangkaian expo, bazar, dan kegiatan business matching.

Sementara jumlah pengunjung ditargetkan mencapai sekitar 20 ribu orang, baik yang hadir secara langsung maupun mengikuti kegiatan secara daring.

Meuseuraya Festival 2026 mengusung tema “Meukarya Wastra Indatu – Berkarya dan Melestarikan Warisan Budaya Aceh”. Wastra Aceh menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan UMKM sekaligus upaya memperluas pasar produk lokal.

Selain expo dan bazar UMKM, festival tersebut akan diisi dengan workshop dan seminar, business matching, pertunjukan seni budaya, community activation, serta berbagai kompetisi.

BI menyebut Meuseuraya Festival menjadi bagian dari strategi penguatan sinergi untuk mendorong UMKM Aceh agar semakin tangguh dan berdaya saing melalui inovasi dan transformasi.

Sejumlah agenda juga disiapkan untuk membuka akses pasar baru bagi UMKM. Di antaranya business matching dengan sektor ritel dan rantai pasok, sosialisasi ekspor bersama Indonesia Trade House (ITHG), serta business matching pembiayaan.

Penguatan rantai nilai juga menjadi bagian dari festival, antara lain melalui pengembangan sektor hulu-hilir kopi dan cokelat, lomba dapur ifrasi, kenduri Rayeuk Infrasi, serta bazar fesyen dan kriya Seuramoe.

Dari sisi generasi muda, Meuseuraya Festival 2026 turut menghadirkan showcase wastra Aceh, lomba rapai, lomba ratoh jaroe, dan Meuseuraya Idol.

Reporter: Rezi