NUKILAN.ID | Aceh Barat Daya — Sebanyak 14 ekor kambing milik warga di Desa Kuta Bak Drien, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), dilaporkan mati secara mengenaskan setelah diduga diserang beruang madu pada Senin (18/5/2026) dini hari.
Kepala Desa Kuta Bak Drien, Zulkifli YS, mengatakan kambing yang menjadi korban merupakan milik warga bernama Ubata. Insiden tersebut terjadi di kawasan pegunungan tempat kandang ternak berada.
“Kejadiannya pada dini hari. Ada 14 ekor kambing milik warga yang mati mengenaskan diduga akibat serangan beruang madu. Sebelumnya belum pernah terjadi kejadian seperti ini di wilayah kami,” ujar Zulkifli saat dikonfirmasi Nukilan, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, lokasi kandang yang berada di kawasan pegunungan diduga menjadi salah satu faktor satwa liar mendekati area peternakan warga. Zulkifli menyebutkan, pihak dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) sudah turun ke lokasi pascakejadian.
Namun hingga kini, masyarakat menilai belum ada langkah penanganan lebih lanjut terhadap keberadaan satwa liar tersebut.
“Dari pemerintah melalui BKSDA sudah pernah datang, tetapi hanya melihat kondisi di lapangan. Belum ada tindakan untuk menangkap satwa tersebut atau menyelesaikan persoalan ini,” ujarnya.
Ia mengatakan, kemunculan beruang madu menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama warga yang sehari-hari beraktivitas berkebun maupun menuju kawasan pegunungan.
Akibat kondisi tersebut, sebagian warga disebut merasa waswas saat beraktivitas di sekitar hutan dan area perkebunan yang berbatasan dengan habitat satwa liar.
Pemerintah desa berharap instansi terkait segera mengambil langkah penanganan guna mencegah kejadian serupa terulang serta memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Selain penanganan terhadap satwa liar, pemerintah juga diminta membantu pemilik ternak yang mengalami kerugian besar akibat kematian hampir seluruh kambing peliharaannya. Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya berupa kompensasi kerugian, tetapi juga dukungan modal usaha agar korban dapat kembali memulai usaha peternakan.
“Kami berharap pemerintah dapat menangani persoalan ini. Selain itu, kami juga berharap ada bantuan kepada pemilik kambing karena kerugian yang dialami cukup besar. Kalau memungkinkan, pemerintah juga bisa membantu modal agar pemilik ternak dapat kembali beternak,” kata Zulkifli. []
Reporter: Sammy

