NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Provinsi Aceh masuk dalam jajaran 10 besar daerah dengan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terbanyak di Indonesia. Berdasarkan data per 5 Februari 2026, Aceh menempati peringkat ke-10 dengan total 1.440 unit SPPG yang telah beroperasi.
Dilansir Nukilan.id, SPPG merupakan unit dapur pusat yang dibentuk oleh Badan Gizi Nasional. Fasilitas ini berfungsi untuk memproduksi dan mendistribusikan makanan bergizi, aman, dan higienis kepada masyarakat.
Program SPPG menjadi bagian dari implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar siswa sekolah, ibu hamil, serta balita sebagai kelompok prioritas penerima manfaat.
Dalam pelaksanaannya, SPPG dibangun di tingkat kecamatan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari petani, nelayan, hingga pelaku UMKM lokal. Skema ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi di daerah.
Secara nasional, jumlah SPPG masih didominasi oleh provinsi dengan populasi besar. Jawa Barat menempati posisi tertinggi dengan 12.002 unit, diikuti Jawa Tengah sebanyak 8.395 unit dan Jawa Timur dengan 7.048 unit.
Dominasi wilayah Jawa menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap infrastruktur layanan gizi masih sangat dipengaruhi oleh jumlah penduduk. Di sisi lain, distribusi SPPG yang masih terkonsentrasi di Pulau Jawa juga mencerminkan tantangan pemerataan layanan, khususnya di wilayah luar Jawa dan Indonesia bagian timur.
Masuknya Aceh dalam 10 besar dinilai menjadi sinyal positif dalam upaya memperkuat layanan pemenuhan gizi di daerah. Program SPPG juga dipandang sebagai salah satu instrumen penting dalam menekan angka stunting melalui intervensi gizi yang terpusat dan terukur.
Meski demikian, pemerataan distribusi SPPG masih menjadi tantangan bagi pemerintah, terutama untuk menjangkau wilayah terpencil agar manfaat program dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat. (xrq)
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.







