Dinas Pendidikan Dayah Aceh Prioritaskan Integrasi Data Dayah Lewat Sistem E-Datuda

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Dinas Pendidikan Dayah Provinsi Aceh menetapkan pengembangan sistem data tunggal berbasis digital E-Datuda (Elektronik Data Tunggal Dayah) sebagai salah satu program yang diprioritaskan pada 2026.

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin, mengatakan pengembangan E-Datuda diarahkan untuk mengintegrasikan seluruh data lembaga pendidikan dayah dalam satu sistem.

Menurut Muhsin, sistem tersebut diharapkan dapat menjadi solusi untuk mencegah terjadinya manipulasi data, termasuk data mengenai jumlah santri, guru, hingga fasilitas yang dimiliki dayah.

“Pengembangan aplikasi E-Datuda sebagai solusi integrasi data untuk mencegah terjadinya manipulasi data seperti, jumlah santri, guru, serta data fasilitas dayah. Semua data ini akan di simpan pada aplikasi E-Datuda,” kata Muhsin, dalam wawancara bersama Nukilan.id pada Selasa (1/9/2026).

Ia mengatakan, penerapan E-Datuda sebelumnya telah dimulai melalui pelatihan terhadap operator dayah di seluruh Aceh sepanjang 2025. Pelatihan dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan akreditasi lembaga pendidikan dayah.

“Program berbasis data tunggal E-Datuda dilaksanakan melalui pelatihan-pelatihan bagi operator-operator dayah seluruh Aceh pada tahun 2025. Hal itu dilakukan secara bertahap guna meningkatkan akreditasi mutu lembaga Pendidikan Dayah untuk tahun ini kita juga akan melakukan hal yang sama,” ungkapnya.

Muhsin menyebutkan, keberadaan sistem data tunggal tersebut nantinya memungkinkan informasi mengenai dayah dapat diakses secara lebih terbuka dan terintegrasi.

“Program ini menjadi prioritas di tahun 2026, dimana kalau sistem digitalisasi E-Datuda sudah berjalan nanti semua orang bisa mengakses sistem informasi tersebut baik itu jumlah santri, guru, berapa jumlah santri yang kurang mampu, berapa jumlah santri yang mampu sehingga tidak lagi data yang tidak valid, semuanya telah terintegrasi dalam wadah E-Datuda,” ujar Muhsin.

Saat ini, jumlah lembaga pendidikan dayah di Aceh mencapai 1.827 lembaga yang terdiri atas dayah modern dan salafiah.

Namun, Muhsin mengakui penerapan sistem pengelolaan data melalui konsep E-Datuda belum berjalan maksimal. Karena itu, pelatihan digitalisasi kembali diperlukan untuk mempercepat penerapan sistem tersebut di seluruh lembaga pendidikan dayah.

“Namun sistem pengelolaan data melalui konsep sistem E-Datuda belum mencapai hasil yang maksimal, sehingga perlu lagi dilakukan pelatihan digitalisasi E-Datuda untuk mempercepat sistem digitalisasi di lembaga Pendidikan dayah,” pungkasnya.

Reporter: Tibrani

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Read more

Local News