NUKILAN.ID | MEULABOH – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh mendorong Pemerintah Kabupaten Aceh Barat segera membentuk Unit Layanan Terpadu Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (ULT P4GN). Langkah tersebut dinilai penting sebagai upaya memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkotika sekaligus menjadi tahapan awal pembentukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Aceh Barat.
Dorongan itu disampaikan Kepala BNN Provinsi Aceh, Brigjen Pol Dedi Tabrani, saat penandatanganan nota kesepakatan antara BNN Provinsi Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat di Aula Teuku Umar Setdakab Aceh Barat, Senin (3/8/2026).
Menurut Dedi, pembentukan ULT P4GN menjadi kebutuhan yang mendesak karena angka penyalahgunaan narkoba di Aceh Barat terus menunjukkan peningkatan. Selain itu, letak geografis Aceh Barat yang berada di kawasan pantai barat dan berbatasan dengan jalur perairan internasional membuat wilayah tersebut memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap peredaran gelap narkotika.
“Kita tahu Aceh Barat posisinya strategis di pantai barat dan merupakan perbatasan langsung dengan luar negeri, sehingga kita memohon kepada pimpinan daerah untuk bisa segera membentuk ULT agar nantinya terbentuk BNNK Aceh Barat,” kata Dedi Tabrani.
Ia menjelaskan, ULT P4GN akan menjadi fondasi awal pembentukan BNNK Aceh Barat. Kehadiran unit tersebut diharapkan mampu memperkuat berbagai layanan, mulai dari pencegahan, pemberdayaan masyarakat, hingga rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba.
“Sama seperti di BNNK lainnya, layanan yang ada di ULT P4GN nantinya berupa layanan unit pencegahan, unit pemberdayaan masyarakat, dan juga unit rehabilitasi,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Dedi turut mengajak seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda, agar menjauhi penyalahgunaan narkotika. Ia menilai keterlibatan anak muda dalam berbagai kegiatan positif menjadi salah satu langkah efektif untuk mencegah penyalahgunaan narkoba.
“Saya berharap kepada generasi muda untuk menghindari narkoba karena bisa merusak diri sendiri dan bangsa. Generasi muda harus terus aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial, keagamaan maupun olahraga,” pungkasnya.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

