Mengunjungi Gunongan, Monumen Cinta Sultan Iskandar Muda untuk Putroe Phang

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Di balik bentuknya yang sederhana, Kompleks Gunongan menyimpan kisah cinta yang telah bertahan selama ratusan tahun. Pada Jumat (31/7/2026) sore, tim Nukilan.id mengunjungi salah satu situs warisan budaya paling ikonik di Aceh tersebut.

Sekilas dari kejauhan, kompleks ini tampak sederhana. Di dalamnya hanya terlihat dua bangunan berwarna putih dengan bentuk yang unik serta sebuah gedung berlogo Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Namun, di balik arsitekturnya yang khas, Gunongan menyimpan sejarah panjang Kesultanan Aceh sekaligus menjadi simbol kasih sayang Sultan Iskandar Muda kepada permaisurinya, Putroe Phang.

Berdasarkan penelusuran Nukilan.id, kisah Gunongan berawal ketika Sultan Iskandar Muda mempersunting Putri Kamaliah, seorang putri dari Negeri Pahang, Malaysia, yang kemudian dikenal dengan gelar Putroe Phang. Setelah menetap di Aceh dan tinggal di Istana Darul Dunya, sang permaisuri mulai merindukan kampung halamannya yang memiliki bentang alam berupa perbukitan dengan udara yang sejuk.

Untuk mengobati kerinduan tersebut, Sultan Iskandar Muda membangun Gunongan di tengah Taman Ghairah, yang merupakan bagian dari kompleks taman istana. Bangunan itu dirancang menyerupai bukit, sehingga Putroe Phang dapat mengenang suasana tanah kelahirannya.

Dalam berbagai catatan sejarah, Gunongan kerap disebut sebagai simbol cinta Sultan Iskandar Muda kepada Putroe Phang. Bangunan ini bahkan sering disandingkan dengan Taj Mahal di India yang dibangun Kaisar Mughal Syah Jehan sebagai wujud cinta kepada istrinya, Mumtaz-ul-Zamani.

Menurut kisah yang berkembang, Putroe Phang bersama para dayang-dayangnya kerap menghabiskan waktu di kawasan tersebut. Sang permaisuri disebut sering memanjat Gunongan sebagaimana kebiasaannya saat berada di perbukitan Negeri Pahang.

Kini, Gunongan menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang dapat dikunjungi masyarakat. Kompleks ini telah direvitalisasi pada 2024, kemudian diresmikan oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, pada Minggu, 12 Januari 2025.

Selain pemugaran bangunan, kawasan ini juga dilengkapi dengan menara pandang yang memungkinkan pengunjung menikmati keseluruhan kompleks dari ketinggian sekitar 10 meter. Fasilitas tersebut memberikan sudut pandang baru bagi wisatawan untuk mengapresiasi keindahan sekaligus nilai sejarah salah satu peninggalan penting Kesultanan Aceh.

Bagi masyarakat yang ingin berkunjung, Kompleks Gunongan dibuka setiap hari dan menjadi salah satu destinasi yang layak dikunjungi untuk mengenal lebih dekat sejarah, budaya, serta kisah cinta yang mewarnai perjalanan Kesultanan Aceh. (xrq)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Read more

Local News