NUKILAN.ID | BIREUEN – Pemerintah Aceh melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh menggelar sosialisasi pendidikan politik serta peningkatan pemahaman etika dan budaya politik di Aula Hotel Bireuen Jaya, Kabupaten Bireuen, Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi politik masyarakat sekaligus mendorong partisipasi politik yang berkualitas.
Ketua panitia, Agussalim, mengatakan kegiatan tersebut diikuti 50 peserta pada hari pertama yang terdiri atas pelajar tingkat SLTA, mahasiswa, kader partai politik, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Selama dua hari pelaksanaan, jumlah peserta ditargetkan mencapai 100 orang.
“Melalui kegiatan ini diharapkan peserta memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai etika dalam berpolitik sehingga dapat berkontribusi menciptakan kehidupan demokrasi yang sehat di Kabupaten Bireuen,” ujar Agussalim.
Sosialisasi tersebut menghadirkan Kepala Badan Kesbangpol Aceh Dr. Munawar, M.A., Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Bireuen Mukhtaruddin, serta Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Bireuen Saiful Hadi, S.E., M.M., sebagai narasumber.
Dalam sambutannya, Kepala Badan Kesbangpol Aceh Dr. Munawar, M.A., mengungkapkan tingkat partisipasi masyarakat Kabupaten Bireuen pada Pemilu dan Pilkada sebelumnya mencapai sekitar 73 persen. Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan tingginya perhatian masyarakat terhadap proses demokrasi.
Meski demikian, Munawar menilai tingginya partisipasi politik perlu dibarengi dengan pemahaman politik yang memadai. Ia menegaskan bahwa politik bukan hanya menjadi urusan pejabat maupun penyelenggara negara, tetapi juga menyangkut seluruh warga negara yang memiliki hak untuk memilih dan menentukan arah kepemimpinan.
“Seluruh masyarakat harus memahami politik dengan baik karena menyangkut pilihan kita terhadap pemimpin yang akan memimpin daerah maupun negara,” ujarnya.
Munawar juga menekankan pentingnya kecerdasan masyarakat dalam menggunakan hak pilih. Menurutnya, masyarakat perlu mengenali rekam jejak, kapasitas, serta visi para calon pemimpin sebelum menentukan pilihan.
Menutup sambutannya, ia berharap seluruh peserta dapat menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan kepada keluarga, teman, dan masyarakat di lingkungan masing-masing agar manfaat pendidikan politik dapat dirasakan lebih luas.
“Pendidikan politik tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi harus diteruskan kepada masyarakat agar semakin banyak warga yang memahami pentingnya berpolitik secara cerdas, beretika, dan bertanggung jawab,” katanya.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

