Tiga Tahun Bersinergi, Densus 88 Apresiasi Baitul Mal Aceh atas Pemberdayaan Ekonomi Eks Napiter

Share

BANDA ACEH – Di tengah upaya memperkuat pembinaan dan reintegrasi sosial bagi mantan narapidana terorisme (eks napiter), sinergi lintas lembaga dinilai menjadi salah satu kunci keberhasilan. Selama tiga tahun terakhir, Idensos Satgaswil Aceh Densus 88 AT Polri bersama Baitul Mal Aceh membangun kolaborasi melalui program pemberdayaan ekonomi bagi eks napiter dan keluarga mereka di berbagai kabupaten/kota di Aceh.

Atas komitmen tersebut, Idensos Satgaswil Aceh Densus 88 AT Polri menyampaikan apresiasi kepada Baitul Mal Aceh yang secara konsisten mendukung program pembinaan melalui bantuan ekonomi produktif.

Apresiasi itu disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Kasatgaswil Aceh Densus 88 AT Polri, AKBP Goentoro Wisnoe Tjahjono, S.Pd., M.H., kepada Badan Baitul Mal Aceh yg di wakili oleh salah satu Komisioner Tgk Juneidi, melalui penyerahan plakat penghargaan sebagai simbol penghormatan atas sinergi yang telah terjalin.

Kerja sama tersebut difokuskan pada pemberian bantuan usaha, pendampingan, serta penguatan kemandirian ekonomi bagi eks napiter dan keluarga napiter. Program itu diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan penerima manfaat sekaligus mendukung proses reintegrasi sosial agar mereka dapat kembali berperan aktif di tengah masyarakat.

Plh Kasatgaswil Aceh Densus 88 AT Polri, AKBP Goentoro Wisnoe Tjahjono, mengatakan keberhasilan pembinaan terhadap eks napiter tidak hanya bergantung pada pendekatan keamanan, tetapi juga memerlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan, terutama dalam aspek peningkatan kesejahteraan ekonomi.

“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Aceh melalui Baitul Mal Aceh atas sinergi dan komitmen yang telah terjalin selama tiga tahun. Dukungan dalam bentuk bantuan pemberdayaan ekonomi ini telah memberikan manfaat nyata bagi eks napiter dan keluarga napiter di Aceh serta menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembinaan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan ekonomi menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung keberhasilan proses pembinaan. Dengan memiliki usaha yang produktif dan sumber penghasilan yang berkelanjutan, para eks napiter diharapkan semakin mandiri serta mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Selama tiga tahun terakhir, kolaborasi antara Idensos Satgaswil Aceh Densus 88 AT Polri dan Baitul Mal Aceh telah diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi yang menjangkau eks napiter dan keluarga mereka di sejumlah daerah di Aceh. Selain membantu meningkatkan taraf hidup, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya mencegah munculnya kembali paham radikal melalui pendekatan kesejahteraan dan pembinaan sosial.

Ke depan, Idensos Satgaswil Aceh Densus 88 AT Polri berharap kemitraan yang telah terbangun dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak eks napiter dan keluarganya memperoleh kesempatan mengembangkan usaha, meningkatkan kesejahteraan, serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan masyarakat di Aceh.

Bagi kedua lembaga, kolaborasi tersebut menjadi contoh bahwa upaya menjaga keamanan dan membangun perdamaian yang berkelanjutan tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui pendekatan pemberdayaan, kepedulian sosial, dan penguatan ekonomi masyarakat. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Read more

Local News