Bupati Syech Muharram Serahkan Penghargaan Juara Beut Kitab Bak Sikula

Share

NUKILAN.ID | JANTHO – Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris (Syech Muharram) didampingi Bunda Literasi Aceh Besar Hj. Rita Mayasari menyerahkan piala kepada para juara Lomba Beut Kitab Bak Sikula (BKBS) jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tahun Ajaran 2025–2026 di halaman SMP Negeri 1 Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (30/7/2026).

Penyerahan penghargaan tersebut menjadi penutup rangkaian lomba yang berlangsung pada 25–26 Juli 2026 di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya. Kegiatan itu diikuti 230 peserta yang berasal dari 23 SD dan 23 SMP piloting di Aceh Besar.

Perlombaan mempertandingkan tiga cabang, yakni baca syarah kitab, tulis Arab Jawi, serta praktik ibadah atau salat jenazah. Masing-masing jenjang diikuti 115 peserta.

Selain memperoleh piala, medali, dan sertifikat, para pemenang juga menerima uang pembinaan sebesar Rp2 juta untuk juara pertama, Rp1,5 juta bagi juara kedua, dan Rp1 juta bagi juara ketiga. Total hadiah yang disediakan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mencapai Rp45 juta.

Dalam sambutannya, Bupati Syech Muharram mengapresiasi seluruh peserta serta mengucapkan selamat kepada para juara.

“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh pemenang lomba. Prestasi yang diraih hari ini merupakan buah dari ketekunan belajar, kesungguhan berlatih, doa orang tua, serta bimbingan para guru. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan ilmu, akhlak, dan amal,” ujarnya.

Menurutnya, program Beut Kitab Bak Sikula merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam. Program tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi yang unggul secara intelektual sekaligus memiliki akhlakul karimah dan kecintaan terhadap ilmu agama.

“Melalui BKBS, kita ingin menghadirkan suasana pendidikan yang memadukan kecerdasan intelektual dengan kecerdasan spiritual, sehingga anak-anak Aceh Besar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, santun, beradab, dan siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri keislamannya,” ungkapnya.

Syech Muharram menegaskan bahwa BKBS tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana evaluasi pembelajaran, mempererat silaturahmi, meningkatkan kemampuan praktik ibadah, serta melestarikan tradisi Arab Jawi sebagai bagian dari khazanah keilmuan Islam di Aceh.

Ia juga mengaku bangga atas antusiasme peserta selama mengikuti perlombaan dan menilai hal tersebut menunjukkan pendidikan agama masih menjadi kebutuhan penting dalam pembentukan karakter generasi muda.

Bupati turut menyampaikan apresiasi kepada para ulama, guru BKBS, kepala sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, orang tua, serta seluruh masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut. Ia berharap para guru terus meningkatkan kompetensi mengajar, sementara orang tua diminta melanjutkan pendidikan agama anak-anak di lingkungan keluarga.

“Teruslah belajar. Jangan pernah merasa cukup dengan ilmu yang telah dimiliki. Jadilah generasi Qurani yang mencintai kitab-kitab ulama, menghormati guru, berbakti kepada orang tua, serta menjadi kebanggaan agama, bangsa, dan daerah. Masa depan Aceh Besar berada di tangan kalian,” imbuhnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, Rahmawati SPd MSi mengatakan pelaksanaan Lomba Beut Kitab Bak Sikula merupakan bagian dari implementasi program prioritas Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam mewujudkan transformasi pendidikan periode 2025–2030.

Menurut Rahmawati, pemerintah daerah telah menyiapkan empat pilar utama perubahan sektor pendidikan yang menjadi arah kebijakan Bupati H. Muharram Idris (Syech Muharram) dan Wakil Bupati H. Syukri A. Jalil.

“Pilar pertama adalah peningkatan mutu pendidikan melalui tiga program prioritas, yakni Beut Kitab Bak Sikula, program tahfiz, serta pengembangan sekolah unggul di bidang sains dan teknologi. BKBS menjadi salah satu fondasi penting untuk membentuk karakter religius peserta didik sejak dini,” ujar Rahmawati.

Ia menjelaskan, pilar kedua berfokus pada peningkatan mutu layanan pendidikan melalui penyegaran kepala satuan pendidikan, peningkatan kapasitas kepala sekolah dalam perencanaan dan penganggaran, serta penguatan manajemen pengelolaan sekolah.

Pilar ketiga diarahkan pada peningkatan kapasitas tenaga kependidikan melalui pengaktifan kembali Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), peningkatan kompetensi guru dengan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning), serta digitalisasi pembelajaran di seluruh satuan pendidikan.

“Sementara pilar keempat adalah menghadirkan infrastruktur pendidikan yang aman dan nyaman bagi anak melalui revitalisasi sekolah, penguatan budaya sekolah yang nyaman, serta penciptaan lingkungan sekolah yang ramah anak. Dengan empat pilar tersebut, kami berharap kualitas pendidikan di Aceh Besar semakin maju, baik dari sisi akademik, karakter, maupun tata kelola pendidikan,” tutup Rahmawati.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Read more

Local News