NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Mahasiswa Aceh Selatan, Khairi Munahar mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan untuk menunjukkan keberpihakan yang lebih nyata terhadap sektor pendidikan.
Desakan tersebut muncul di tengah besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Selatan yang mencapai sekitar Rp1,322 triliun.
Ia menilai besarnya kapasitas fiskal daerah seharusnya dapat dimanfaatkan untuk mengalokasikan anggaran khusus bagi program beasiswa, baik untuk mahasiswa berprestasi maupun mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Menurutnya, investasi di bidang pendidikan akan memberikan dampak jangka panjang bagi kemajuan daerah.
“APBK yang mencapai sekitar Rp1,322 triliun seharusnya tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik,” demikian pernyataan Khairi Munahar yang diterima Nukilan.id, Selasa (14/7/2026).
Khairi yang merupakan demisioner Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Ar-Raniry tahun 2024 mengatakan pemerintah juga perlu memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui program beasiswa yang berkelanjutan.
Ia menilai hingga kini masyarakat belum melihat adanya program beasiswa daerah yang menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah terhadap pendidikan tinggi. Padahal, mahasiswa Aceh Selatan merupakan aset daerah yang kelak akan mengisi berbagai profesi strategis, mulai dari tenaga pendidik, tenaga kesehatan, akademisi, wirausahawan hingga pemimpin di masa depan.
Menurutnya, pengalokasian sebagian kecil APBK untuk program beasiswa tidak akan menghambat pembangunan infrastruktur. Sebaliknya, kebijakan tersebut justru akan memperkuat fondasi pembangunan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dalam pernyataannya, Khairi menyampaikan tiga tuntutan kepada Pemkab Aceh Selatan. Pertama, mengalokasikan anggaran khusus untuk program beasiswa mahasiswa dalam APBK. Kedua, menyusun skema beasiswa yang terbuka, transparan, dan tepat sasaran. Ketiga, menjadikan pembangunan sumber daya manusia sebagai salah satu prioritas utama pembangunan daerah.
Khairi menegaskan bahwa kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari banyaknya pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas generasi yang lahir melalui akses pendidikan yang memadai.
Ia berharap Pemkab Aceh Selatan segera menghadirkan program beasiswa daerah sebagai bentuk komitmen dalam mencetak generasi yang cerdas, berdaya saing, dan siap berkontribusi bagi pembangunan Aceh Selatan di masa mendatang. (XRQ)
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News


