NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Mahasiswa Peduli Dayah menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Tgk Suriadi, S.H., M.H., Dewan Guru Dayah Terpadu Babul Maghfirah, yang berpulang ke rahmatullah pada Selasa, 21 Juli 2026. Kepergian almarhum dinilai sebagai kehilangan besar bagi dunia pendidikan dayah dan masyarakat Aceh.
Semasa hidupnya, Tgk Suriadi dikenal sebagai ulama yang mengabdikan diri dalam dunia pendidikan, dakwah, dan pembinaan umat. Selain mengajar di Dayah Terpadu Babul Maghfirah, beliau juga aktif sebagai khatib Jumat serta mengisi berbagai majelis pengajian di masjid dan balai pengajian di Aceh Besar.
Almarhum dikenang sebagai sosok yang sederhana, ramah, dan dekat dengan masyarakat. Dakwah yang disampaikannya menitikberatkan pada pendekatan yang penuh hikmah, mengajak umat dengan kelembutan, serta menjadi teladan bagi para santri dan jamaah.
Founder Mahasiswa Peduli Dayah, Sahabat Muhammad Afif Irvandi El Tahiry, S.H., mengatakan wafatnya Tgk Suriadi merupakan kehilangan besar bagi dunia dayah dan masyarakat Aceh.
“Wafatnya Tgk Suriadi merupakan kehilangan besar bagi dunia dayah dan masyarakat Aceh. Beliau membuktikan bahwa kemuliaan seorang ulama tidak hanya tampak dari keluasan ilmunya, tetapi juga dari ketulusan dalam melayani umat.
Beliau hadir di tengah masyarakat dengan kelembutan, mengajarkan agama dengan hikmah, dan meninggalkan teladan yang akan terus hidup dalam ingatan para santri serta jamaah,” ujar Muhammad Afif Irvandi El Tahiry.
Menurut Afif, almarhum merupakan sosok yang menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya disampaikan melalui ceramah, tetapi juga melalui keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai yang diwariskan, kata dia, akan terus hidup selama ilmu dan akhlak yang diajarkan tetap diamalkan.
“Di tengah zaman yang semakin membutuhkan sosok pemersatu, kita justru kehilangan seorang guru yang selama ini menjadi peneduh bagi umat. Namun, seorang ulama sejatinya tidak benar-benar pergi. Selama ilmu yang beliau ajarkan masih diamalkan, selama doa-doa beliau masih dikenang, dan selama akhlaknya terus diteladani, pengabdiannya akan tetap hidup melintasi waktu,” lanjutnya.
Mahasiswa Peduli Dayah mengajak masyarakat untuk mendoakan almarhum agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadahnya, mengampuni segala khilafnya, melapangkan alam kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Organisasi tersebut juga mengajak generasi muda, khususnya para santri, untuk melanjutkan semangat pengabdian almarhum dalam menjaga tradisi keilmuan, memperkuat akhlak, serta mengabdikan diri kepada agama, bangsa, dan masyarakat.
Kepergian Tgk Suriadi menjadi pengingat akan pentingnya peran ulama sebagai penerang umat. Warisan ilmu, akhlak, dan keteladanan yang ditinggalkan diharapkan terus dilanjutkan oleh generasi penerus sebagai bentuk penghormatan terhadap pengabdian almarhum sepanjang hayat.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

