NUKILAN.ID | JANTHO — Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Aceh Tani Lestari mulai mengembangkan teknologi pakan ternak FarmBlend UMB dan UMB Mastermelalui survei lapangan di Gampong Bak Dilip, Kecamatan Montasik, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi tahap awal Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang bertujuan memberdayakan peternak dengan menghadirkan pakan tambahan berkualitas, berbahan baku lokal, serta lebih terjangkau dan berkelanjutan. Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan peternak dalam memanfaatkan potensi sumber daya lokal sebagai bahan pakan ternak.
Ketua Tim Pengabdian USK, Prof. Dr. drh. M. Hanafiah, M.P., mengatakan pemetaan kondisi peternak menjadi langkah penting sebelum teknologi diterapkan agar inovasi yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Melalui survei awal ini kami ingin memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi peternak sehingga teknologi FarmBlend UMB dan UMB Master benar-benar sesuai dengan kebutuhan lapangan. Pendekatan berbasis kearifan lokal menjadi fondasi penting agar inovasi ini mudah diterapkan, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha peternakan masyarakat,” kata Hanafiah.
Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, kelompok peternak, dan generasi muda menjadi faktor penting dalam membangun sistem peternakan yang modern, mandiri, dan berdaya saing. Kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu mendorong hasil riset agar dapat diterapkan secara langsung di tengah masyarakat.
“Program ini tidak hanya berfokus pada pembuatan Urea Molasses Block (UMB) berbasis bahan lokal, tetapi juga mencakup penguatan manajemen usaha peternakan serta pemanfaatan herbal sebagai suplemen kesehatan alami ternak. Melalui pendekatan ini, peternak diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi,” ujarnya.
Survei melibatkan 23 peserta yang terdiri atas peternak milenial, anggota P4S Aceh Tani Lestari, petugas kesehatan hewan, mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan USK, serta dosen yang tergabung dalam tim pengabdian kepada masyarakat. Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan mampu menghasilkan model pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan peternak.
Selain melakukan observasi dan diskusi, tim juga menyebarkan kuesioner untuk mengukur pemahaman peserta mengenai Urea Molasses Block (UMB), mulai dari manfaat, bahan penyusun, proses pembuatan, teknik pemberian hingga penyimpanan. Data tersebut akan digunakan sebagai dasar penyusunan materi pelatihan sekaligus evaluasi program.
Ketua P4S Aceh Tani Lestari yang juga Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar, Uzir, S.Pt., M.Si., menilai pelibatan peternak sejak tahap perencanaan akan mempermudah penerapan teknologi di lapangan.
“Kami berharap kolaborasi ini akan berlanjut hingga tahap implementasi sehingga mampu meningkatkan produktivitas ternak, memperkuat kemandirian peternak, dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ucap Uzir.
Selama kegiatan berlangsung, tim turut menghimpun informasi mengenai pola pemeliharaan ternak, pemanfaatan bahan baku pakan lokal, kendala yang dihadapi peternak, hingga peluang pengembangan teknologi pakan yang lebih efisien dan ekonomis. Hasil survei tersebut akan menjadi dasar penyusunan model pemberdayaan peternak berbasis inovasi teknologi sekaligus mendukung hilirisasi hasil riset USK bagi pengembangan sektor peternakan.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News









