NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Harga mayoritas komoditas pangan di Aceh mengalami penurunan dibandingkan hari sebelumnya. Dari 16 komoditas yang dipantau pemerintah, sembilan komoditas tercatat turun harga, satu komoditas naik, sementara enam lainnya relatif stabil.
Dilansir Nukilan dari data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan per Jumat (17/7/2026) pukul 15.18 WIB, cabai merah keriting menjadi komoditas dengan penurunan harga paling signifikan, sedangkan cabai rawit merah menjadi satu-satunya komoditas yang mengalami kenaikan.
Harga cabai merah keriting turun Rp1.151 atau 3,13 persen menjadi Rp35.627 per kilogram. Penurunan juga terjadi pada cabai merah besar yang turun 0,72 persen menjadi Rp34.444 per kilogram, bawang merah turun 0,53 persen menjadi Rp33.909 per kilogram, serta bawang putih Honan turun 0,81 persen menjadi Rp40.892 per kilogram.
Selain itu, harga beras premium turun tipis menjadi Rp16.155 per kilogram, beras medium menjadi Rp14.944 per kilogram, minyak goreng sawit kemasan premium menjadi Rp24.232 per liter, daging sapi paha belakang menjadi Rp159.242 per kilogram, serta telur ayam ras turun menjadi Rp26.105 per kilogram.
Di sisi lain, cabai rawit merah justru mengalami kenaikan tertinggi, yakni sebesar Rp1.133 atau 2,6 persen menjadi Rp44.683 per kilogram.
Sementara itu, sejumlah komoditas lainnya tidak mengalami perubahan harga. Daging ayam ras tetap dijual Rp33.483 per kilogram, gula pasir curah Rp19.617 per kilogram, minyak goreng curah Rp19.298 per liter, Minyakita Rp15.887 per liter, kedelai impor Rp14.676 per kilogram, dan tepung terigu Rp13.800 per kilogram.
Penurunan harga pada sebagian besar komoditas menunjukkan pasokan bahan pangan di Aceh masih relatif terjaga. Meski demikian, kenaikan harga cabai rawit merah menjadi satu-satunya komoditas yang perlu diwaspadai karena berpotensi memengaruhi inflasi kelompok bahan makanan apabila tren kenaikan berlanjut. []
Reporter: Sammy









