NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dalam rangka memperingati Hari Perdamaian Aceh ke-21 sekaligus Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dinas Pendidikan Aceh menyelenggarakan Lomba Video Reels yang ditujukan bagi pelajar jenjang SMA, SMK, SLB, dan MA di seluruh Aceh.
Kompetisi tersebut mengangkat tema “Gebyar Kreativitas Pelajar Aceh 2026: Rawat Perdamaian dalam Semangat Kemerdekaan”. Melalui kegiatan ini, para pelajar didorong untuk menyalurkan kreativitas melalui video pendek yang mengangkat pesan perdamaian, nasionalisme, serta semangat kebangsaan.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, mengatakan kegiatan ini bukan hanya menjadi ruang bagi para pelajar untuk menampilkan kreativitas di media digital, tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukasi agar generasi muda semakin memahami arti penting perdamaian yang telah dirasakan masyarakat Aceh selama lebih dari dua dekade. Hal tersebut disampaikannya di Banda Aceh, Kamis (2/7/2026).
Menurut Murthalamuddin, perdamaian menjadi fondasi penting dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan sekaligus pembangunan daerah. Kondisi yang aman dan kondusif, kata dia, menjadi syarat utama agar proses pembelajaran berlangsung dengan baik serta peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat terus dilakukan.
“Penguatan nilai-nilai perdamaian sangat penting terus dilakukan. Dengan suasana yang damai, anak-anak kita dapat belajar dengan tenang, guru dapat mengajar dengan nyaman, dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas untuk membangun daerah. Perdamaian telah membuka banyak ruang bagi Aceh untuk terus berkembang,” kata Murthalamuddin.
Ia menilai generasi muda perlu memiliki pemahaman bahwa perdamaian bukan hanya bagian dari sejarah Aceh, melainkan modal sosial yang harus terus dipelihara bersama. Menurutnya, keberhasilan menciptakan generasi unggul tidak terlepas dari kemampuan masyarakat menjaga stabilitas dan kehidupan yang harmonis.
“Anak-anak Aceh harus mengetahui bahwa perdamaian memberikan dampak yang sangat besar terhadap kehidupan masyarakat. Dalam suasana damai, kita memiliki kesempatan mengejar berbagai ketertinggalan yang pernah terjadi akibat konflik yang melanda Aceh. Karena itu, menjaga perdamaian bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, termasuk para pelajar,” ujarnya.
Murthalamuddin menambahkan bahwa upaya merawat perdamaian juga sejalan dengan visi pembangunan Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) bersama Wakil Gubernur Fadhlullah (Dek Fadh). Salah satu prioritas pemerintah saat ini, katanya, ialah memastikan keberlanjutan perdamaian tetap terjaga sebagai bagian dari agenda strategis pembangunan daerah.
“Semua kita memiliki tugas dalam memperkuat dan merawat perdamaian. Ini juga menjadi bagian dari visi dan misi Gubernur Aceh dan Wakil Gubernur Aceh, Mualem–Dek Fadh, yakni menjaga keberlanjutan perdamaian yang telah terbangun di Aceh. Kami ingin generasi muda menjadi pelopor yang terus menyuarakan nilai-nilai persatuan, toleransi, dan kebersamaan melalui karya-karya kreatif mereka,” katanya.
Di akhir keterangannya, Murthalamuddin berharap para peserta tidak hanya mampu menghasilkan konten digital yang kreatif, tetapi juga berperan sebagai duta perdamaian yang menyebarkan nilai persatuan, toleransi, serta semangat kemerdekaan kepada masyarakat. Dengan demikian, nilai-nilai perdamaian diharapkan terus hidup dan diwariskan kepada generasi Aceh di masa mendatang.
Sesuai ketentuan perlombaan, setiap peserta diminta memadukan dua momentum besar, yakni Hari Perdamaian Aceh ke-21 dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, ke dalam satu karya video reels. Tema dan konsep video diberikan kebebasan kepada peserta selama tetap sesuai dengan tema utama serta memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan panitia.
Selain lomba video reels, Dinas Pendidikan Aceh juga menggelar lomba cipta puisi bertema kepahlawanan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Gebyar Kreativitas Pelajar Aceh 2026.
Pendaftaran beserta pengunggahan karya dilakukan secara daring melalui tautan yang telah disediakan panitia maupun dengan memindai kode QR pada poster resmi kegiatan. Peserta juga diwajibkan mengikuti akun Instagram @dinaspendidikanaceh, menandai akun tersebut pada unggahan video, serta mencantumkan tagar resmi yang telah ditentukan.
Periode publikasi video berlangsung pada 1 hingga 10 Agustus 2026. Selanjutnya, dewan juri akan melakukan proses penilaian pada 11–14 Agustus 2026, sementara pengumuman para pemenang dijadwalkan pada 16 Agustus 2026 atau sehari sebelum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Panitia menyediakan hadiah berupa uang pembinaan dan sertifikat bagi para pemenang di setiap kategori, mulai dari juara I, II, III hingga juara harapan I, II, dan III.






