DLHK Aceh Barat Diminta Tangani Sampah Pesisir Pantai, Warga: Jangan Hanya Action Saja di Media

Share

NUKILAN.ID | MEULABOH – Tumpukan sampah organik dan non-organik yang mencemari kawasan pesisir pantai di Jalan Sudirman-Pasar Baru, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, menuai sorotan masyarakat. Kondisi tersebut dinilai telah mencemari lingkungan, menimbulkan bau tidak sedap, serta mengancam kesehatan dan keberlangsungan sektor pariwisata di kawasan tersebut.

Kawasan pesisir yang dikenal sebagai salah satu pusat wisata kuliner di Meulaboh itu selama ini menjadi tempat berkumpul masyarakat. Deretan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kedai kopi, hingga pedagang makanan menjadikan lokasi tersebut ramai dikunjungi, terutama pada sore hingga malam hari.

Namun, keberadaan sampah yang telah menumpuk selama berbulan-bulan membuat keindahan kawasan pesisir semakin memudar. Kondisi tersebut memicu keluhan dari warga maupun wisatawan lokal yang berharap pemerintah segera mengambil langkah penanganan.

Salah seorang warga Aceh Barat, Aris Fadhilah, mengatakan bahwa sampah di kawasan pesisir tersebut sudah lama tidak ditangani hingga menimbulkan bau busuk yang mengganggu aktivitas masyarakat dan pengunjung.

Selain mengganggu kenyamanan, ia menilai tumpukan sampah juga berdampak serius terhadap lingkungan. Sampah plastik berpotensi merusak habitat laut, membahayakan biota melalui lilitan maupun konsumsi plastik, merusak terumbu karang, serta berdampak pada sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat pesisir, termasuk nelayan yang menggantungkan hidup dari hasil tangkapan laut.

“Nah pertanyaan sekarang dimana Dinas lingkungan hidup di Aceh Barat yang kabarnya serius dalam menangani persoalan sampah, nyatanya sampah di pesisir pantai sudah berbulan-bulan malah dibiarkan, apa hanya action saja di media selama ini biar banyak dapat pujian? ,” ujarnya dengan nada kesal.

Menurutnya, pantai yang dipenuhi sampah dan mengeluarkan bau tidak sedap akan menurunkan minat wisatawan untuk berkunjung. Dampaknya bukan hanya pada citra destinasi wisata, tetapi juga terhadap pendapatan masyarakat yang bergantung pada aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

“Kita berharap kepada pemerintah terkait hal ini harus menjadi perhatian serius jangan hanya fokus pembersihan pada titik kota tapi juga diperhatikan pada keberlangsungan bagi pengusaha lokal di bidang kuliner, dikarenakan Pariwisata berkelanjutan sangat bergantung pada kebersihan lingkungan. Mengingat pentingnya isu ini, pengelolaan limbah yang efektif dari wisatawan sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan masa depan ekonomi masyarakat sekitar,”Pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, pihak Dinas Lingkungan Hidup Aceh Barat belum memberikan keterangan resmi terkait persoalan tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui pesan WhatsApp kepada kepala dinas belum memperoleh tanggapan. Meski demikian, media masih terus berupaya mendapatkan klarifikasi dari instansi terkait.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

spot_img
spot_img
spot_img

Read more

Local News