NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh memperkuat kompetensi 140 dosen pemula yang berasal dari 21 perguruan tinggi keagamaan Islam negeri dan swasta melalui Program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) 2026.
Rektor Mujiburrahman mengatakan program tersebut merupakan bagian dari program nasional Kementerian Agama yang bertujuan meningkatkan kualitas dosen dalam menjalankan tugas akademik dan pengabdian kepada masyarakat.
“Program ini dirancang untuk memperkuat kompetensi pedagogik dosen, peningkatan profesionalisme dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, memperkuat moderasi beragama dan wawasan kebangsaan, serta meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI),” kata Mujiburrahman di Banda Aceh, Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, PKDP 2026 berlangsung selama 14 hari, mulai 17 hingga 30 Juni 2026, dengan metode pembelajaran yang memadukan kegiatan luring dan daring. Secara nasional, program ini diikuti sekitar 3.000 dosen pemula dari berbagai perguruan tinggi keagamaan di Indonesia.
Mujiburrahman juga meminta seluruh peserta untuk memberikan masukan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program sebagai bahan penyempurnaan penyelenggaraan pada masa mendatang.
“Kami berharap para peserta dapat bekerja sama dengan panitia dan tim pendamping sehingga seluruh tahapan program dapat dilalui dengan baik dan menghasilkan luaran yang berkualitas,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia PKDP 2026, Abd Jalil Salam, menjelaskan bahwa seluruh peserta akan mengikuti pelatihan dengan total 62 jam pembelajaran melalui kombinasi metode tatap muka dan daring.
“Peserta akan didampingi fasilitator sesuai bidang keilmuan masing-masing selama proses pelatihan berlangsung. Ini merupakan penyelenggaraan kelima yang dilaksanakan UIN Ar-Raniry,” katanya.
Pelaksanaan PKDP diawali dengan kegiatan In Service Course I (ISC-I) secara tatap muka pada 17–18 Juni 2026. Selanjutnya, peserta mengikuti On the Job Course (OJC) dan In Service Course II (ISC-II) secara daring hingga akhir Juni 2026.
Abd Jalil Salam menambahkan, selama mengikuti program tersebut peserta diwajibkan menghasilkan tiga luaran utama, yakni proyek pembelajaran, artikel ilmiah, dan video pembelajaran. Selain itu, panitia juga melaksanakan pre-test dan post-test guna mengukur peningkatan kompetensi para peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.
Program PKDP menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya dosen, khususnya dosen pemula, agar mampu menghadapi tantangan pendidikan tinggi yang terus berkembang, termasuk pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan dalam proses pembelajaran.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News




