NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Language Development Center (LDC)/UPT Pusat Pengembangan Bahasa UIN Ar-Raniry Banda Aceh menggelar kegiatan Study at Monash University Australia Info Session di Gedung Teater Museum UIN Ar-Raniry, Kamis (4/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi informasi sekaligus motivasi bagi mahasiswa, pelajar, guru, dan akademisi yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
Ratusan peserta tampak memadati auditorium untuk mengikuti sesi yang menghadirkan perwakilan Monash University Australia serta sejumlah alumni kampus tersebut. Tercatat lebih dari 200 peserta hadir untuk memperoleh informasi mengenai peluang studi, beasiswa, hingga pengalaman menjalani kehidupan akademik di Australia.
Peserta yang mengikuti kegiatan berasal dari berbagai kalangan. Selain mahasiswa UIN Ar-Raniry dan sejumlah perguruan tinggi di Aceh, hadir pula siswa, guru, kepala sekolah, dan komite sekolah dari sejumlah sekolah unggulan seperti Fatih Bilingual School, SMA Negeri 10 Fajar Harapan, MAN Model Banda Aceh, serta MAN 1 Aceh Barat.
Kegiatan ini menghadirkan alumni Monash University Australia, yakni Khairul Azmy, Nur Amalia Sari, Melly Masni, dan Putri Nurul A’la. Selain itu, Rizkiana selaku In-Country Representative Monash University Australia turut memberikan pemaparan terkait program studi, persyaratan pendaftaran, serta berbagai peluang beasiswa yang tersedia bagi mahasiswa internasional.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan berlangsung. Berbagai pertanyaan diajukan kepada para narasumber, mulai dari mekanisme seleksi masuk universitas luar negeri, strategi memperoleh beasiswa, hingga pengalaman beradaptasi dengan budaya dan sistem pendidikan internasional.
Dalam sesi berbagi pengalaman, para alumni Monash University menceritakan perjalanan mereka sejak mempersiapkan kemampuan bahasa Inggris, mengikuti seleksi beasiswa, hingga akhirnya berhasil menempuh pendidikan di salah satu universitas ternama di Australia. Mereka juga membagikan berbagai kiat praktis kepada peserta agar dapat mempersiapkan diri sejak dini untuk meraih kesempatan belajar di luar negeri.
Khairul Azmy dalam pemaparannya menyoroti pentingnya memiliki mimpi besar dan konsistensi dalam meningkatkan kapasitas diri. Menurutnya, kesempatan untuk menempuh pendidikan di luar negeri terbuka bagi siapa saja yang memiliki kemauan kuat serta kesiapan yang matang.
Sementara itu, Rizkiana menjelaskan bahwa Monash University menyediakan beragam peluang bagi mahasiswa internasional, termasuk dari Indonesia. Ia memaparkan sejumlah program studi unggulan yang tersedia untuk jenjang sarjana, magister, hingga doktoral, serta berbagai jalur beasiswa yang dapat dimanfaatkan oleh calon mahasiswa.
Kegiatan tersebut juga memberikan motivasi bagi para peserta yang hadir. Salah satunya dirasakan oleh Ari Maulana, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Ar-Raniry. Ia mengaku memperoleh banyak inspirasi setelah mendengarkan pengalaman yang dibagikan para narasumber.
“Saya termotivasi mendengarkan pengalaman pemateri yang melanjutkan pendidikan ke luar negeri sehingga membuat saya semakin semangat dalam belajar untuk dapat melanjutkan studi S2, terutama melalui beasiswa LPDP,” ujar Ari Maulana dengan penuh semangat saat diwawancarai usai kegiatan.
Menurut Ari, pengalaman nyata yang dibagikan para alumni membuat impian untuk melanjutkan studi ke luar negeri terasa lebih dekat dan memungkinkan untuk diwujudkan. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan agar semakin banyak generasi muda Aceh yang berani mempersiapkan diri untuk bersaing di tingkat internasional.
Selain menjadi forum informasi, kegiatan ini juga mendapat apresiasi karena dinilai mampu menjawab kebutuhan informasi mengenai pendidikan internasional yang masih terbatas di kalangan pelajar dan mahasiswa. Para peserta tidak hanya memperoleh informasi akademik, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai kehidupan mahasiswa Indonesia di Australia.
Kepala UPT Pusat Pengembangan Bahasa UIN Ar-Raniry, Teuku Murdani, Ph.D., menegaskan komitmen lembaganya dalam mendukung mahasiswa dan pelajar Aceh yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri, khususnya ke Monash University Australia.
Ia menyampaikan bahwa LDC UIN Ar-Raniry akan terus menghadirkan berbagai program pengembangan kapasitas untuk membantu generasi muda Aceh mempersiapkan diri menghadapi persaingan global.
“LDC akan memfasilitasi anak-anak Aceh yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri, khususnya ke Monash University Australia. Kami menyediakan berbagai program pendukung seperti kursus bahasa Inggris dan tes IELTS serta ITP yang diakui secara internasional untuk membantu mereka mempersiapkan diri,” ujar Teuku Murdani, Ph.D.
Menurutnya, penguasaan bahasa Inggris menjadi salah satu kunci utama dalam membuka akses terhadap pendidikan global. Karena itu, UPT Pusat Pengembangan Bahasa UIN Ar-Raniry terus berupaya menghadirkan layanan yang berkualitas agar mahasiswa dan pelajar Aceh memiliki daya saing yang lebih kuat di tingkat internasional.
Melalui penyelenggaraan Study at Monash University Australia Info Session, UIN Ar-Raniry menunjukkan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan sekaligus mendorong lahirnya generasi Aceh yang mampu berkiprah di tingkat global. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang berbagi informasi dan pengalaman, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan optimisme bahwa pendidikan kelas dunia dapat diraih melalui kerja keras, persiapan yang matang, dan semangat belajar yang tinggi.
Tingginya antusiasme peserta menjadi indikator bahwa minat generasi muda Aceh untuk melanjutkan studi ke luar negeri terus berkembang. Melalui kegiatan semacam ini, diharapkan semakin banyak mahasiswa dan pelajar Aceh yang berani bermimpi besar dan mempersiapkan diri untuk menempuh pendidikan di berbagai universitas terbaik dunia.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News



