NUKILAN.ID | TAKENGON – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus berupaya mempercepat pemulihan dan revitalisasi sekolah yang terdampak bencana banjir di sejumlah wilayah Sumatera, khususnya di Provinsi Aceh. Langkah ini dilakukan agar proses belajar-mengajar dapat kembali berjalan optimal bagi siswa dan guru.
Berdasarkan hasil uji kelayakan dan mitigasi bencana, sejumlah sekolah yang mengalami kerusakan total diketahui berada di zona merah atau kawasan yang rawan mengalami banjir berulang. Karena alasan keselamatan, pembangunan kembali sekolah di lokasi semula tidak memungkinkan untuk dilakukan.
Sebagai solusi, relokasi sekolah ke lokasi yang lebih aman dinilai menjadi langkah yang harus ditempuh. Namun, proses tersebut masih menghadapi kendala terkait ketersediaan lahan pengganti yang aman dari ancaman bencana serta berstatus bebas sengketa hukum atau clear and clean.
Salah satu sekolah yang terdampak kondisi tersebut adalah SD Negeri 10 Linge di Kabupaten Aceh Tengah. Hingga saat ini, proses pembangunan kembali sekolah masih tertunda karena persoalan lahan relokasi.
Kemendikdasmen bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui Dinas Pendidikan terus melakukan koordinasi guna mencari lokasi baru yang layak dan aman untuk pembangunan ruang kelas baru bagi SD Negeri 10 Linge.
“Saat ini proses pembangunan masih terkendala lahan relokasi sekolah, namun demikian kami dari Dinas Pendidikan melakukan koordinasi dari berbagai pihak untuk segera mencari lokasi lahan, agar pembangunan ruang kelas dapat direalisasikan,” jelas Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tengah, Salimsyah.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk mempercepat penyelesaian persoalan tersebut. Dengan demikian, para siswa SD Negeri 10 Linge dapat kembali belajar di ruang kelas permanen yang aman, nyaman, dan terbebas dari risiko bencana banjir.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kemendikdasmen yang telah menunjukkan komitmen dan perhatian besar kepada pemenuhan sarana pendidikan di daerah, harapan kami seluruh proses dapat berjalan lancar sehingga anak-anak SD 10 Linge dapat kembali belajar dengan aman, nyaman dan semangat untuk kembali meraih masa depan yang lebih baik,” tambah Salimsyah.
Sementara itu, Kepala SD Negeri 10 Linge, Nurdinsyah Muhammad Sedim, mengajak masyarakat untuk bersabar dan mendukung proses relokasi sekolah yang sedang berlangsung. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut dilakukan demi memastikan lokasi sekolah yang baru benar-benar aman, nyaman, dan terhindar dari kawasan rawan bencana.
“Kami berharap masyarakat dapat bersabar dan terus mendukung proses relokasi serta pembangunan sekolah demi keamanan dan kenyamanan anak-anak dalam belajar, kami mengucapkan terima kasih kepada Kemendikdasmen atas komitmen dan perhatiannya kepada SD Negeri 10 Linge,” ungkap Nurdinsyah.
Sebelumnya, pada masa awal tanggap darurat banjir, Kemendikdasmen juga telah menyalurkan bantuan pendidikan ke SD Negeri 10 Linge. Bantuan tersebut berupa paket perlengkapan belajar siswa (school kit) untuk menggantikan peralatan sekolah yang rusak dan hanyut terbawa arus banjir. Selain itu, pemerintah juga mendirikan sejumlah tenda darurat guna mendukung keberlangsungan kegiatan belajar sementara waktu.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News


