NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan (HMTP) Universitas Syiah Kuala (USK) kembali melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan HMTP Mengabdi 2026 yang berlangsung pada 22–24 Mei 2026 di Gampong Lhoh, Pulo Breueh, Kabupaten Aceh Besar.
Kegiatan yang mengusung tema “Sinergi Mahasiswa dan Masyarakat Dalam Penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi Melalui Pendidikan dan Pengabdian” tersebut melibatkan sekitar 90 mahasiswa Teknik Pertambangan USK yang terjun langsung ke tengah masyarakat melalui berbagai program pendidikan, sosial, dan teknologi tepat guna.
Ketua panitia, Roby Awlyansyah, mengatakan HMTP Mengabdi merupakan agenda tahunan yang menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus memperkuat kepedulian sosial terhadap masyarakat.
“HMTP Mengabdi bukan sekadar kegiatan turun lapangan, tetapi bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat. Kami ingin ilmu yang dipelajari di kampus dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh warga,” ujar Roby.
Selama tiga hari pelaksanaan, mahasiswa menjalankan sejumlah program yang berfokus pada bidang pendidikan, energi terbarukan, dan eksplorasi sumber daya air. Salah satu kegiatan utama adalah sosialisasi pendidikan di SD Negeri Lampuyang yang mencakup edukasi kesehatan, pentingnya pendidikan, serta pengenalan energi ramah lingkungan kepada para siswa.
Kegiatan tersebut berlangsung interaktif dan mendapat sambutan positif dari siswa maupun tenaga pendidik setempat.
Selain memberikan edukasi, mahasiswa juga melaksanakan program pengadaan dan sosialisasi penggunaan panel surya sebagai alternatif sumber energi bagi masyarakat Gampong Lhoh. Sebanyak 10 unit panel surya berkapasitas 1.500 watt dipasang di sejumlah fasilitas umum desa.
Empat unit dipasang di mushalla desa, dua unit di kantor balai desa, dua unit di WC umum, dan dua unit lainnya di kawasan pelabuhan. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memanfaatkan energi terbarukan, khususnya di wilayah kepulauan.
Dalam kegiatan yang sama, mahasiswa turut melakukan survei geolistrik guna mengidentifikasi potensi sumber air bersih yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi keilmuan teknik pertambangan dan geologi secara langsung di lapangan.
HMTP Mengabdi 2026 juga dipadukan dengan kegiatan akademik melalui kuliah lapangan untuk mata kuliah Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Geologi Struktur. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar langsung mengenai kondisi geologi kawasan pesisir dan kepulauan.
Keuchik Gampong Lhoh, Yasin, menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang diberikan mahasiswa Teknik Pertambangan USK kepada masyarakat desanya.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa HMTP USK. Program solar panel ini sangat membantu masyarakat, terutama di beberapa fasilitas umum. Kehadiran mahasiswa juga memberi semangat baru bagi anak-anak dan warga di sini,” ungkapnya.
Sementara itu, dosen pembimbing kegiatan, Ir. Febi Mutia, S.T., M.Sc., menilai HMTP Mengabdi menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan kepedulian sosial sekaligus mengaplikasikan ilmu yang dimiliki untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
“Mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga mampu hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat. HMTP Mengabdi menjadi contoh bagaimana Tri Dharma Perguruan Tinggi dijalankan secara seimbang antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian,” jelasnya.
Melalui berbagai program yang dijalankan, HMTP Mengabdi 2026 menjadi bukti nyata peran mahasiswa dalam mendukung pembangunan masyarakat sekaligus mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang berkelanjutan.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News


