NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Muhammad Haikal, owner brand minyak wangi Geutanyoe Parfume, mengaku memperoleh banyak wawasan baru setelah mengikuti Business Forum bertema “Kolaborasi UMKM: Sinergi Pendampingan dan Akselerasi Digital untuk Meningkatkan Daya Saing” yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) APINDO Aceh di Grand Hotel Permata Hati, Banda Aceh, Kamis (21/5/2026).
Menurut Haikal, forum yang menghadirkan Ketua Umum DPN APINDO Shinta Widjaja Kamdani, Ketua Dewan Pertimbangan DPP APINDO Aceh Kartini, serta perwakilan Bank Aceh Syariah Kamaruzzaman itu memberikan pemahaman baru terkait pengembangan UMKM di era digital.
“Saya sangat antusias mengikuti forum ini. Banyak ilmu baru yang saya dapatkan, khususnya mengenai literasi digital dan bagaimana UMKM bisa berkembang di era digital saat ini,” kata Haikal kepada Nukilan.id.
Haikal mengungkapkan bahwa selama ini dirinya telah memanfaatkan berbagai platform digital untuk memasarkan produk parfum buatannya. Namun, ia mengaku baru mengetahui adanya kerja sama antara APINDO dan Indonesia Open Network (ION) yang membuka peluang lebih besar bagi UMKM untuk mengakses pasar dan pembiayaan.
“Saya baru mengetahui bahwa APINDO sudah bekerja sama dengan ION dan menghadirkan jaringan digital terbuka yang dapat membantu UMKM mendapatkan akses pasar dan pembiayaan yang lebih luas. Ini tentu menjadi peluang yang sangat menarik bagi kami,” ujarnya.
Haikal menilai kolaborasi tersebut dapat menjadi angin segar bagi pelaku UMKM lokal yang ingin memperluas jangkauan usaha tanpa terkendala akses pemasaran dan modal.
Ia mengatakan, peluang itu sangat relevan bagi Geutanyoe Parfume yang selama ini mengusung identitas lokal Aceh melalui penggunaan minyak atsiri nilam (patchouli) berkualitas tinggi sebagai bahan utama produknya.
“Produk kami mengangkat kekayaan alam Aceh melalui minyak nilam lokal. Kami berupaya mempertahankan aroma khas rempah dan alam Aceh dalam setiap varian parfum. Karena itu, akses pasar yang lebih luas sangat penting agar produk lokal seperti ini bisa semakin dikenal,” tuturnya.
Sebagai pelopor parfum UMKM asal Aceh berbahan dasar nilam lokal, Haikal berharap semakin banyak masyarakat yang mendukung produk-produk daerah agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Di akhir wawancara, Haikal juga mengajak masyarakat untuk mencoba produk minyak wangi miliknya sebagai bagian dari dukungan terhadap karya UMKM Aceh.
“Bagi masyarakat yang ingin tampil lebih percaya diri dan harum saat Hari Raya Idul Adha, bisa mencoba produk Geutanyoe Parfume. Informasi dan pemesanan dapat dilakukan melalui Instagram kami di @geutanyoe.parfume,” pungkasnya. (XRQ)
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

