Ketua YPANBA Ungkap Aktivis Sipil di Aceh Masih Hadapi Intimidasi dan Ancaman

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ketua Yayasan Perempuan Aceh Bangkit (YPANBA), Ruwaida, mengungkapkan aktivis masyarakat sipil di Aceh masih menghadapi intimidasi dan tekanan dalam menjalankan kerja-kerja advokasi, terutama terkait isu perempuan, lingkungan, dan kebebasan sipil.

Ruwaida mengatakan dirinya pernah menerima intimidasi ketika terlibat dalam advokasi terkait penerapan Qanun Jinayat di Aceh. Saat itu, ia mengaku mendapat pesan yang mempertanyakan keterlibatannya dalam kegiatan advokasi tersebut.

“Ada yang menyampaikan supaya jangan membawa budaya luar ke Aceh. Tapi saya anggap itu bagian dari risiko kerja-kerja advokasi,” ujar Ruwaida kepada Nukilan, Rabu (13/5/2026).

Selain intimidasi personal, Ruwaida juga mengaku pernah menghadapi tekanan saat melakukan advokasi konflik lahan dan proyek pembangunan di Aceh Besar ketika masih aktif di organisasi sebelumnya.

Menurut dia, pola tekanan terhadap aktivis kini berubah dibanding masa lalu. Jika sebelumnya intimidasi dilakukan secara langsung, kini tekanan lebih banyak terjadi melalui pengawasan, pembatasan ruang gerak, hingga serangan digital di media sosial.

“Kalau sekarang polanya berbeda. Aktivis perempuan misalnya sering dibully di media sosial ketika bicara isu feminisme atau gender,” ujarnya.

Ruwaida menilai tantangan terbesar masyarakat sipil saat ini adalah mempertahankan konsolidasi gerakan di tengah kuatnya pengaruh pemilik modal dan kepentingan politik. Ia mencontohkan sejumlah gerakan masyarakat terkait isu sumber daya alam yang akhirnya melemah setelah perusahaan masuk melalui program bantuan sosial dan ekonomi.

“Perusahaan datang membawa stimulus ekonomi, sementara gerakan masyarakat sipil datang membawa kesadaran kritis. Di situ sering terjadi pertarungan pengaruh,” katanya.

Meski menghadapi berbagai tekanan, Ruwaida menegaskan masyarakat sipil tetap harus terus bergerak menjaga ruang demokrasi dan kebebasan sipil di Aceh.

“Kalau kita berhenti, maka ruang itu akan semakin hilang. Karena itu kerja-kerja advokasi harus terus dirawat,” demikian disampaikan Ruwaida. []

Reporter: Sammy

Read more

Local News