NUKILAN.ID | MEULABOH – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menargetkan wilayah tersebut menjadi daerah zero sampah dalam satu tahun ke depan melalui gerakan kebersihan yang melibatkan masyarakat, aparatur sipil negara (ASN), buruh, serta berbagai elemen lainnya.
Hal itu disampaikan Bupati Aceh Barat, Tarmizi, S.P, M.M, saat mengikuti gotong royong massal dalam rangka peringatan May Day atau Hari Buruh Internasional 2026 di Meulaboh, Jumat (1/5). Kegiatan tersebut juga menekankan pentingnya budaya hidup bersih sekaligus penghematan energi.
“Makanya kita bersepeda, kemudian juga hemat BBM. Yang kedua, ikut bersih. Jadi sakit mata melihat sampah, akhirnya mengambil sampah, membuang pada tempatnya. Sehingga kalau itu terjadi dalam satu tahun ke depan, Aceh Barat zero sampah,” ujar Tarmizi.
Menurutnya, penggunaan sepeda menjadi simbol efisiensi bahan bakar sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Selain itu, masyarakat juga didorong aktif memungut sampah dan membuangnya ke tempat yang telah disediakan.
Tarmizi juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk lebih dekat dengan kalangan buruh melalui pola jemput aspirasi, sehingga penyampaian keluhan tidak lagi harus dilakukan melalui aksi di jalan.
“Kita memang konsen sekali, makanya buruh itu tidak lagi nantinya menyampaikan aspirasi di jalan. Jadi aspirasi itu kita jemput bola. Kita yang meminta aspirasi itu, dan kita bersama buruh. Buruh bergotong royong membersihkan, kita juga ikut membersihkan,” katanya.
Selain buruh, perhatian pemerintah daerah juga diberikan kepada nelayan tradisional. Untuk nelayan sungai, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berjanji menyediakan bantuan perahu sebagai sarana penunjang aktivitas mencari nafkah.
“Nelayan sungai selama ini meminta perahu sebagai fasilitas mereka untuk mencari rezeki, tahun ini kita berikan semua,” katanya.
Sementara bagi nelayan laut, Pemkab Aceh Barat disebut telah melakukan pengerukan muara yang mengalami pendangkalan agar akses keluar masuk kapal nelayan menjadi lebih lancar. Pemerintah juga tengah memesan alat berat jenis ekskavator long arm untuk penanganan lanjutan.
Usai gotong royong, kegiatan dilanjutkan dengan sarapan bersama serta silaturahmi dengan para guru di pendopo guna menyerap berbagai aspirasi tenaga pendidik. Pemerintah berharap sinergi antara masyarakat, buruh, nelayan, guru, dan pemerintah dapat mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan di Aceh Barat.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

