Refleksi May Day: Potret Buruh di Aceh dalam Angka

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Hari Buruh Internasional atau May Day diperingati setiap 1 Mei. Peringatan ini menjadi momentum untuk menghargai peran para pekerja yang telah berkontribusi dalam pembangunan, mulai dari sektor infrastruktur hingga berbagai bidang lainnya, melalui tenaga, dedikasi, dan pengabdian kepada negara.

Dalam konsep Badan Pusat Statistik (BPS), buruh/karyawan/pegawai adalah seseorang yang bekerja pada orang lain atau instansi, kantor, maupun perusahaan secara tetap dengan menerima upah atau gaji, baik dalam bentuk uang maupun barang. Sementara itu, pekerja yang tidak memiliki majikan tetap tidak termasuk dalam kategori ini, melainkan digolongkan sebagai pekerja lepas.

Dilansir dari Nukilan.id, berdasarkan data Keadaan Angkatan Kerja Provinsi Aceh per Agustus 2025 yang dirilis BPS, proporsi penduduk usia 15 tahun ke atas di Aceh yang bekerja sebagai buruh/karyawan/pegawai mencapai 31,64 persen. Jumlah tersebut setara dengan 810.299 orang.

Dari jumlah tersebut, laki-laki masih mendominasi dengan 481.834 orang atau 59,47 persen, sedangkan perempuan sebanyak 328.465 orang atau 40,53 persen.

Jika dilihat berdasarkan wilayah, distribusi pekerja menunjukkan perbedaan yang tidak terlalu signifikan antara perkotaan dan perdesaan. Di wilayah perkotaan, jumlah buruh/karyawan/pegawai tercatat sebanyak 423.972 orang atau 52,32 persen. Sementara itu, di wilayah perdesaan sebanyak 386.327 orang atau 47,68 persen.

Data ini menggambarkan bahwa peran buruh di Aceh tersebar relatif merata, baik di wilayah kota maupun desa, sekaligus menunjukkan pentingnya sektor ketenagakerjaan dalam menopang perekonomian daerah. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Read more

Local News