NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Aceh hingga April 2026 tercatat mencapai 424.850 unit usaha. Data dari Dinas Koperasi dan UMKM Aceh menunjukkan sektor ini masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Hasil penelusuran Nukilan.id, berdasarkan klasifikasi skala usaha, mayoritas pelaku UMKM di Aceh masih didominasi oleh usaha mikro. Tercatat sebanyak 423.178 unit merupakan usaha mikro, disusul usaha kecil sebanyak 1.470 unit, dan usaha menengah hanya 202 unit.
Dari sisi sektor, usaha kuliner masih menjadi yang paling dominan dengan kontribusi sekitar 35 persen dari total UMKM di Aceh. Sementara itu, sektor fashion berada di posisi berikutnya dengan kontribusi signifikan. Adapun sektor jasa dan manufaktur juga menunjukkan tren pertumbuhan seiring dengan meningkatnya digitalisasi ekonomi di daerah.
Sebaran UMKM di berbagai kabupaten/kota juga menunjukkan konsentrasi yang cukup tinggi di sejumlah wilayah. Data Portal KUMKM Aceh mencatat Kota Banda Aceh memiliki 9.591 unit usaha, disusul Aceh Timur sebanyak 5.891 unit, Aceh Besar 4.456 unit, dan Aceh Utara sebanyak 3.660 unit.
Pada 2026, pemerintah daerah turut melakukan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat sektor UMKM. Salah satunya melalui pendataan ulang pelaku usaha, seperti yang dilakukan di Aceh Timur, khususnya bagi UMKM terdampak banjir guna memastikan penyaluran bantuan lebih tepat sasaran.
Selain itu, realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta program daerah seperti KDMP di Aceh Besar dilaporkan telah mencapai rata-rata 32 persen hingga akhir April 2026. Capaian ini diharapkan dapat terus meningkat guna memperkuat permodalan pelaku UMKM di Aceh.
Dengan jumlah yang besar dan peran strategisnya, UMKM diharapkan terus menjadi penggerak utama ekonomi daerah, sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat di Aceh.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

