NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh terus berperan aktif dalam meningkatkan pemahaman tenaga kefarmasian sebagai garda terdepan dalam menjamin keamanan penggunaan obat di masyarakat.
“Tenaga kefarmasian memiliki peran strategis dalam memastikan obat yang digunakan masyarakat aman, bermutu, dan digunakan secara rasional,” kata Tim Publikasi dan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) BBPOM Aceh, Ari Syuhada Putra di Aceh Besar, Rabu (29/4/2026).
Hal tersebut disampaikan di sela kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Perizinan dan Pengelolaan Obat di apotek dan toko obat yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar. Dalam kegiatan itu, Ari menekankan bahwa edukasi yang tepat menjadi kunci penting dalam mencegah penyalahgunaan obat serta menekan laju resistensi antimikroba.
“Pengendalian resistensi antimikroba tidak bisa dilakukan sendiri, perlu sinergi antara tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat untuk memastikan antibiotik digunakan secara tepat,” katanya.
Ia menambahkan, pengendalian resistensi antimikroba membutuhkan kolaborasi lintas sektor serta konsistensi dalam penerapan prinsip penggunaan obat secara bijak.
BBPOM Aceh berharap tenaga kefarmasian dapat terus meningkatkan kompetensi dan komitmen dalam menjalankan praktik sesuai standar, sekaligus menjadi agen edukasi di lingkungan kerja masing-masing guna mendorong penggunaan obat yang aman, rasional, dan bertanggung jawab.
Kegiatan ini diikuti sebanyak 62 peserta yang terdiri atas apoteker dan tenaga teknis kefarmasian. Para peserta mendapatkan pembekalan terkait sarana pelayanan kefarmasian, pentingnya mengenali obat, pencegahan penyalahgunaan obat, serta pengendalian resistensi antimikroba (AMR).
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

