NUKILAN.ID | MEULABOH – Perguruan tinggi daerah kembali menunjukkan daya saing di tingkat internasional. Dosen dari Universitas Teuku Umar (UTU) dan Akademi Komunitas Negeri (AKN) Aceh Barat ambil bagian dalam forum Indonesian Multidisciplinary Lecturer Community yang digelar di Malaysia pada 8–11 April 2026.
Kegiatan yang diinisiasi Prof. Usep Suhud dari Universitas Negeri Jakarta ini diikuti oleh 47 kampus dari seluruh Indonesia. Selama empat hari, para dosen lintas disiplin mengikuti berbagai agenda akademik, mulai dari academic benchmarking, kolaborasi riset, hingga forum diskusi ilmiah di sejumlah kampus ternama di Malaysia.
Beberapa agenda utama di antaranya kunjungan ke Tunku Abdul Rahman University of Management and Technology (TAR UMT), kolaborasi riset di Universiti Sains Malaysia (USM), serta Hot Chocolate Research Talk di Universiti Teknologi MARA (UiTM).
Salah satu perwakilan UTU, Dara Angreka Soufyan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, menyebut forum ini sebagai peluang strategis untuk memperluas jejaring akademik global.
“Fokus kami jelas: riset terapan dan publikasi bersama. PkM FEB UTU kali ini menyasar literasi keuangan dan wirausaha berkelanjutan bagi pekerja migran Indonesia di Malaysia,” ujarnya.
Sementara itu, tim dari AKN Aceh Barat yang terdiri dari Hilma Erliana, Intan Wulansari, dan Ade Dwinta juga aktif berkontribusi dalam forum tersebut. Mereka mengangkat tema tentang inovasi digital, pendidikan adaptif, keberlanjutan lingkungan, serta pemberdayaan budaya bagi pekerja migran Indonesia.
“Pemberdayaan migran tidak cukup soal uang. Harus ada inovasi digital, pendidikan adaptif, dan lingkungan berkelanjutan agar mereka tangguh jangka panjang,” tegas Hilma.
Tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik di kampus, forum ini juga menyentuh langsung komunitas masyarakat Indonesia di Malaysia melalui kolaborasi dengan Persatuan Minang Saiyo Padang Pariaman Malaysia dan PCI Muslimat NU Malaysia Sanggar Sungai Mulia 5.
Partisipasi UTU dan AKN Aceh Barat dalam forum ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi daerah mampu bersaing di tingkat global, sekaligus membawa kontribusi nyata melalui riset dan pengabdian kepada masyarakat.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News



