NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh, Iskandar, memimpin rapat koordinasi finalisasi persiapan Hari Posyandu Nasional yang akan digelar di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, pada 29 April 2026.
Rapat yang berlangsung di ruang Opproom Aceh Utara, Rabu (22/4/2026), dihadiri Plh Sekretaris Daerah Aceh Utara, serta sejumlah pejabat terkait, mulai dari perwakilan Dinas Kesehatan, para camat, hingga kader posyandu dari berbagai kecamatan.
Dalam arahannya, Iskandar menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menyukseskan peringatan Hari Posyandu Nasional yang rencananya akan dihadiri Ketua Umum Posyandu, Tri Tito Karnavian.
“Hari Posyandu bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat peran posyandu sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan dasar di gampong,” ujarnya.
Ia juga meminta seluruh pihak memastikan kesiapan teknis di lapangan, mulai dari tenaga kesehatan, sarana prasarana, hingga optimalisasi peran kader posyandu.
“Mari kita lakukan yang terbaik, bekerja sebaik-baiknya, perkuat koordinasi lintas sektor demi suksesnya peringatan Hari Posyandu Nasional 2026, demi mempromosikan citra Aceh serta pentingnya pelaksanaan Posyandu di tengah masyarakat,” imbau Iskandar.
Sementara itu, Plh Sekda Aceh Utara, Dayan Albar, menyatakan kesiapan daerahnya sebagai tuan rumah kegiatan berskala nasional tersebut.
“Kami siap menyambut pelaksanaan Hari Posyandu Nasional di Aceh Utara. Ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi daerah kami,” ujarnya.
Ia menyebutkan, berbagai persiapan telah dilakukan oleh jajaran pemerintah daerah, baik dari sisi teknis maupun nonteknis, guna memastikan kelancaran pelaksanaan kegiatan.
Selain seremoni, peringatan Hari Posyandu Nasional juga akan diisi dengan kampanye enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu, meliputi bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial.
Pemerintah Aceh berharap momentum ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu dan anak, sekaligus menekan angka stunting di Aceh, khususnya di Aceh Utara pasca terdampak bencana hidrometeorologi.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News



