Pembangunan Jembatan Garuda Tahap III di Linge Capai 7,07 Persen, TNI Genjot Pekerjaan Pondasi

Share

NUKILAN.ID | TAKENGON – Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah memasuki tahap III. Proyek yang digagas TNI ini bertujuan membuka akses transportasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah terpencil.

Komandan Kodim (Dandim) 0106/Aceh Tengah, Letkol Inf Raden Herman Sasmita, menyampaikan bahwa progres pembangunan menunjukkan perkembangan positif sejak dimulai pada 6 April 2026. Hingga kini, capaian pekerjaan fisik telah mencapai 7,07 persen.

“Pembangunan ini bukan sekadar membuka jalan, tetapi merupakan upaya nyata TNI dalam memperkuat konektivitas antarwilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi warga Desa Reje Payung dan Desa Jamat yang dihuni lebih dari 700 jiwa,” ujar Letkol Inf Raden Herman Sasmita, Sabtu (18/4/2026).

Pada tahap awal, sejumlah pekerjaan krusial telah diselesaikan, seperti pembersihan lokasi dan pemasangan tali poros jembatan yang telah mencapai 100 persen. Selain itu, penggalian lubang pondasi untuk abutmen A1 dan B1 juga telah memasuki tahap pengecoran lantai pondasi.

“Untuk penggalian pondasi abutmen A2 dan B2 saat ini sudah mencapai 85 persen. Hari ini personel di lapangan fokus pada pengikatan besi pondasi, dan rencananya besok akan dilanjutkan dengan tahap pengecoran,” terangnya.

Setelah tahap pondasi rampung, pengerjaan akan dilanjutkan dengan pengecoran abutmen secara menyeluruh, pemasangan pylon, hingga perakitan rangka jembatan.

“Jembatan Perintis Garuda ini dirancang dengan panjang 110 meter dan lebar 1,2 meter. Dengan kapasitas tonase maksimal 1 ton, jembatan ini membentang di atas sungai selebar 90 meter yang memiliki karakteristik debit air fluktuatif,” jelasnya.

Keberhasilan proyek ini, lanjut Dandim, merupakan hasil kolaborasi personel gabungan yang terdiri dari 5 anggota Koramil 05/Linge, 25 personel Yon TP 854/DK, 1 personel asistensi Zidam Iskandar Muda, serta dukungan masyarakat setempat dan tenaga tukang ahli.

Meski cuaca di lokasi kerap mendung pada sore hari, proses pengerjaan tetap berjalan aman dan kondusif. Kehadiran jembatan ini diharapkan menjadi solusi permanen atas keterbatasan akses yang selama ini menghambat mobilitas dan aktivitas ekonomi warga di Kecamatan Linge.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

spot_img
spot_img

Read more

Local News