NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Upaya peningkatan cakupan imunisasi di Aceh kembali menjadi sorotan, menyusul masih rendahnya jumlah anak yang mendapatkan imunisasi lengkap. Hal ini mengemuka dalam pertemuan penguatan peran media dalam peningkatan cakupan imunisasi di Aceh yang digelar di Banda Aceh, Jumat (17/4/2026).
Pertemuan tersebut menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, khususnya dengan media, dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi.
Dokter spesialis anak, dr. Aslinar, Sp.A, M.Biomed, menjelaskan bahwa imunisasi merupakan intervensi kesehatan yang terbukti efektif dalam mencegah berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I), sekaligus membentuk kekebalan kelompok (herd immunity).
Ia mengingatkan bahwa rendahnya cakupan imunisasi berpotensi membuka peluang terjadinya wabah penyakit menular, salah satunya campak yang memiliki tingkat penularan sangat tinggi.
“Campak itu sangat mudah menular. Satu penderita bisa menginfeksi 12 hingga 18 orang lainnya. Ini yang harus kita waspadai jika cakupan imunisasi rendah,” ujarnya.
Menurut Aslinar, lebih dari 20 jenis penyakit berbahaya sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi, yang hingga kini masih menjadi metode pencegahan paling efektif dan efisien dari sisi biaya.
Untuk mengejar ketertinggalan, berbagai strategi terus dilakukan, salah satunya melalui program imunisasi kejar (catch-up immunization) yang menyasar anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi.
Ia juga menekankan pentingnya peran media dalam meningkatkan cakupan imunisasi. Media dinilai memiliki posisi strategis dalam membentuk persepsi publik, terutama di tengah masih adanya keraguan masyarakat terhadap imunisasi.
“Informasi yang disajikan harus akurat, edukatif, dan mampu menenangkan masyarakat”, ujar Aslinar.
Media diharapkan tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mampu mendorong masyarakat untuk datang ke fasilitas pelayanan kesehatan serta membawa anaknya untuk mendapatkan imunisasi.
Imunisasi, lanjutnya, merupakan salah satu bentuk ikhtiar orang tua dalam melindungi anak dari berbagai penyakit menular berbahaya yang berpotensi menyebabkan kecacatan hingga kematian.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News



