Gubernur Aceh Lantik Pejabat Eselon II, Asnawi Nahkodai Dinas ESDM

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Pemerintah Aceh, Jumat malam (28/2/2026). Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Anjong Mon Mata, Banda Aceh.

Pelantikan ini merupakan bagian dari langkah penyegaran organisasi serta penguatan tata kelola pemerintahan guna meningkatkan efektivitas kinerja perangkat daerah. Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa rotasi dan promosi jabatan merupakan strategi penting untuk menjawab tantangan pembangunan Aceh ke depan.

“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Saya meminta seluruh pejabat yang dilantik untuk bekerja profesional, inovatif, dan berorientasi pada kepentingan rakyat,” ujar Gubernur.

Ia juga mengingatkan seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) agar menjadikan visi dan misi Pemerintah Aceh 2025–2030, yakni “Aceh Islami, Maju, Bermartabat, dan Berkelanjutan”, sebagai arah kebijakan dan landasan kerja di setiap lini pemerintahan.

Salah satu pejabat yang dilantik adalah Asnawi, S.T., M.S.M., yang kini resmi menjabat sebagai Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh. Ia menggantikan Taufik, S.T., M.Si., yang pada kesempatan yang sama dipercaya sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Aceh.

Penunjukan Asnawi dinilai sebagai bagian dari upaya Pemerintah Aceh dalam memperkuat sektor energi dan sumber daya mineral, yang memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam arahannya, Gubernur menyampaikan harapan khusus kepada pimpinan baru Dinas ESDM agar mampu menghadirkan tata kelola sektor energi dan pertambangan yang transparan, akuntabel, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Sektor energi dan sumber daya mineral adalah salah satu kekuatan Aceh. Saya harap kepemimpinan yang baru mampu memastikan pengelolaan yang berkeadilan, berkelanjutan, serta memberikan kontribusi signifikan terhadap masyarakat dan pembangunan Aceh,” tegasnya.

Gubernur turut menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, percepatan realisasi program strategis, serta pengawasan ketat terhadap pengelolaan sumber daya alam agar tetap sejalan dengan prinsip keberlanjutan dan kepentingan masyarakat luas.

Pelantikan ini diharapkan mampu mendorong kinerja birokrasi yang lebih adaptif dan responsif dalam menjawab kebutuhan pembangunan Aceh ke depan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

spot_img
spot_img

Read more

Local News