NUKILAN.ID | JANTHO – Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, aktivitas ekonomi masyarakat mulai meningkat, terutama di Pasar Induk Lambaro, Kabupaten Aceh Besar. Lonjakan ini terjadi seiring meningkatnya kebutuhan warga dalam menyambut tradisi meugang.
Pantauan di lokasi pada Rabu (18/3/2026) menunjukkan suasana pasar yang sudah ramai sejak pagi. Warga memadati area pasar untuk membeli berbagai kebutuhan, sementara aktivitas tawar-menawar berlangsung di hampir seluruh sudut pasar.
Salah seorang pedagang daging, Muzzani yang akrab disapa Koni, mengungkapkan bahwa jumlah pembeli terus meningkat dalam beberapa hari terakhir.
“Menjelang meugang Idul Fitri ini pembeli sudah mulai ramai. Hampir setiap hari meningkat, apalagi mendekati hari puncak nanti,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Hal serupa disampaikan pedagang lainnya, Darwin, yang menyebutkan aktivitas pasar kini semakin ramai namun tetap tertib dan kondusif.
“Dari pagi sudah ramai, tapi sekarang jauh lebih tertib. Pembeli juga lebih nyaman,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, M. Ali, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus melakukan pengawasan ketat untuk memastikan ketersediaan kebutuhan masyarakat tetap aman menjelang meugang.
Ia mengatakan, pihaknya melalui bidang peternakan terus memantau pasokan, tidak hanya untuk Aceh Besar, tetapi juga untuk wilayah Banda Aceh dan Sabang yang selama ini bergantung pada distribusi dari daerah tersebut.
“Insyaallah persediaan untuk meugang tahun ini tercukupi, karena kita terus melakukan pengawasan secara intensif,” ujarnya.
Menurutnya, pengawasan dilakukan oleh petugas di seluruh kecamatan melalui 12 unit Pos Kesehatan Hewan (Poskeswan). Setiap pekan, petugas memeriksa kondisi kesehatan hewan guna memastikan kelayakan sebelum didistribusikan ke masyarakat.
“Petugas kita di 12 Poskeswan (Pos Kesehatan Hewan) terus memantau kesehatan hewan setiap minggu. Ini bagian dari upaya kita agar pelaksanaan meugang berjalan sesuai harapan seperti tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga mengimbau para pedagang dan pemilik ternak untuk melakukan penyembelihan di Rumah Potong Hewan (RPH) atau RTH Lambaro yang telah memiliki sertifikasi halal.
“Kami sangat berharap kepada para toke atau pedagang yang ingin melakukan penyembelihan agar dilakukan di RTH Lambaro. Fasilitas ini sudah memiliki sertifikat halal dan memenuhi standar yang ditetapkan,” tambahnya.
Ia menyebutkan, biaya jasa pemotongan di RTH Lambaro tergolong terjangkau, yakni sebesar Rp65 ribu per ekor, sesuai dengan informasi resmi di lokasi.
Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terus memantau aktivitas pasar guna menjaga stabilitas pasokan dan harga tetap terkendali menjelang Hari Raya Idul Fitri. Penataan pasar yang telah dilakukan sebelumnya juga mulai menunjukkan hasil positif, baik dari sisi kenyamanan maupun kelancaran distribusi barang.
Pemerintah turut mengimbau para pedagang dan masyarakat untuk menjaga ketertiban serta kebersihan pasar agar suasana kondusif tetap terjaga, terutama saat puncak aktivitas meugang.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.












