Relawan ESDM Aceh Turun Tangan Bersihkan Sekolah Terdampak Banjir di Aceh Tamiang

Share

NUKILAN.ID | ACEH TAMIANG – Pemerintah Aceh kembali menunjukkan kepedulian terhadap pemulihan sektor pendidikan pascabencana. Mengikuti arahan Gubernur Aceh, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh menerjunkan sebanyak 70 Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai relawan untuk membersihkan fasilitas sekolah yang terdampak banjir besar di Kabupaten Aceh Tamiang.

Kegiatan sosial tersebut difokuskan di SMP Negeri 5 Karang Baru yang berada di Gampong Sekerak Kanan, Kecamatan Sekerak, salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah akibat bencana hidrometeorologi Aceh pada akhir November 2025. Para relawan membersihkan berbagai ruang penting sekolah, mulai dari ruang kelas, musalla, ruang guru hingga perpustakaan yang sebelumnya tertutup lumpur.

Aksi ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Aceh melalui Sekretaris Daerah Aceh kepada seluruh perangkat daerah untuk kembali mengirimkan relawan ASN ke Aceh Tamiang selama dua hari, yakni Sabtu dan Ahad (3–4 Januari 2026). Upaya tersebut dilakukan guna mempercepat pemulihan sarana pendidikan agar proses belajar mengajar semester genap dapat kembali berjalan sesuai kalender pendidikan.

Sekolah Terdampak Parah Banjir

Secara geografis, SMPN 5 Karang Baru berada hanya beberapa ratus meter dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Tamiang. Meski berada di kawasan dataran tinggi, banjir yang melanda menyebabkan air setinggi hampir dua meter menggenangi lingkungan sekolah. Dampaknya, sebagian besar sarana dan prasarana pendidikan mengalami kerusakan berat meskipun bangunan utama masih berdiri.

Lebih dari sebulan setelah banjir, sisa-sisa kerusakan masih terlihat jelas. Endapan lumpur mengeras menutupi lantai dan dinding ruangan, disertai aroma lumpur yang masih menyelimuti area sekolah saat para relawan mulai bekerja sejak Sabtu pagi.

Dengan perlengkapan kebersihan yang memadai, para ASN bahu-membahu membersihkan sedimen lumpur di berbagai ruangan. Semangat gotong royong terlihat ketika para relawan bekerja bersama untuk mengembalikan kondisi sekolah agar kembali layak digunakan para siswa.

“Pendidikan Tidak Boleh Berhenti”

Kepala Dinas ESDM Aceh, Taufik, S.T., M.Si., turut hadir langsung di lokasi dan memberikan semangat kepada para relawan. Ia menegaskan bahwa pemulihan fasilitas pendidikan menjadi prioritas utama setelah bencana.

“Kami hadir di sini bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi karena panggilan hati. Anak-anak kita sudah terlalu lama kehilangan waktu belajar akibat banjir besar ini. Kami ingin memastikan saat mereka kembali ke sekolah, ruang-ruang belajar sudah bersih dan layak digunakan. Pendidikan dan masa depan mereka tidak boleh berhenti karena bencana,” tegas Taufik, Ahad (4/4/2025).

Bantuan Peralatan Kebersihan

Selain kegiatan pembersihan, Dinas ESDM Aceh juga menyerahkan bantuan peralatan kebersihan kepada pihak sekolah. Bantuan tersebut berupa sekop, cangkul, gerobak dorong, mesin pompa air, serta water jet spray yang diharapkan dapat membantu pihak sekolah melakukan perawatan mandiri dan membersihkan sisa lumpur secara menyeluruh.

Bantuan itu disambut penuh rasa syukur oleh pihak sekolah. Kepala SMPN 5 Karang Baru, Sulastri, menyebut peralatan tersebut sangat membantu dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah pascabencana.

Wujud Kepedulian Pemerintah Aceh

Taufik menegaskan bahwa kegiatan sosial ini merupakan bentuk kepedulian Gubernur Aceh, Wakil Gubernur, serta Sekretaris Daerah Aceh terhadap keberlangsungan pendidikan di wilayah terdampak bencana.

“Aksi sosial ini semata-mata menjalankan instruksi Gubernur, Wakil Gubernur dan Sekda Aceh. Jika ada ucapan terima kasih, maka kepada merekalah apresiasi itu layak disematkan,” jelas Taufik.

Momen Haru Kepala Sekolah

Kondisi sekolah yang mulai kembali bersih menghadirkan suasana haru bagi Kepala SMPN 5 Karang Baru, Sulastri, S.Pd. Ia menyaksikan langsung kerja keras para relawan sejak awal kegiatan hingga ruang kelas, musalla, ruang guru, dan perpustakaan kembali dapat digunakan.

Saat dimintai testimoni, Sulastri menyampaikan rasa terima kasihnya dengan penuh emosi. “Saya benar-benar tidak menyangka bantuan ini akan sebesar ini, rasanya separuh beban saya sudah terangkat. Terima kasih kepada Bapak Gubernur, Wakil Gubernur, Sekda Aceh, Bapak Taufik, dan seluruh tim ESDM Aceh. Semoga ini menjadi amal jariah untuk bapak ibu semuanya”,” ujarnya lirih.

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Read more

Local News