NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Harga emas per mayam di Banda Aceh kembali mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah perdagangan emas daerah tersebut. Pada Selasa (20/1/2026), harga emas mengalami kenaikan Rp 50.000 per mayam.
Kenaikan itu membuat harga emas yang sebelumnya berada di level Rp 8.250.000 per mayam, kini menjadi Rp 8.300.000 per mayam. Angka tersebut sekaligus menjadi harga tertinggi yang pernah tercatat di Banda Aceh.
Lonjakan harga emas per mayam di Banda Aceh dipengaruhi oleh kenaikan harga emas dunia serta meningkatnya harga emas Antam di pasar nasional. Situasi global yang belum stabil mendorong para investor kembali menjadikan emas sebagai aset lindung nilai atau safe haven.
Harga emas dunia sendiri dilaporkan berada pada level tertinggi, seiring meningkatnya kekhawatiran pasar global. Salah satu pemicunya adalah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengancam akan mengenakan tarif tambahan terhadap sejumlah negara Eropa dalam sengketa terkait wilayah Greenland.
Dengan kondisi geopolitik dan ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian, harga emas diperkirakan masih berpotensi bergerak fluktuatif, namun cenderung bertahan di level tinggi dalam waktu dekat.
Sementara itu, berdasarkan informasi dari Toko Emas Al-Fath di Pasar Ulee Kareng, Banda Aceh, harga emas hari ini dijual Rp 8.300.000 per mayam, atau naik Rp 50.000 dibandingkan hari sebelumnya.
“Harga emas hari ini di Toko Emas Al-Fath Rp 8.300.000 per mayam, belum termasuk ongkos. Naik lagi. Harga emas bisa berubah sewaktu-waktu,” demikian keterangan dari pihak Toko Emas Al-Fath dikutip dari SerambiNews.
Harga tersebut belum termasuk ongkos pembuatan, yang berkisar antara Rp 100.000 hingga Rp 150.000 per mayam, tergantung tingkat kerumitan model perhiasan.
Selain emas perhiasan, amatan Nukilan.id harga emas bersertifikat produksi Antam juga tercatat mengalami kenaikan. Mengacu pada data dari situs resmi Logam Mulia, harga emas Antam untuk pecahan 1 gram pada Selasa (20/1/2026) berada di level Rp 2.705.000. (XRQ)
Reporter: Akil










