Friday, 23 October 2026 Banda Aceh 29°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Lingkungan

BKSDA Aceh Evakuasi Dua Orangutan Sumatra dari Perkebunan Warga

Dokter hewan memeriksa orang utan yang terjebak di kebun masyarakat di Gayo Lues, Aceh. (FOTO: BKSDA)
Dokter hewan memeriksa orang utan yang terjebak di kebun masyarakat di Gayo Lues, Aceh. (FOTO: BKSDA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengevakuasi dua individu orangutan Sumatra yang terjebak di perkebunan masyarakat di kawasan Seuneubok Pusaka, Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan, Kamis (22/10/2026).

Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata, mengatakan evakuasi tersebut dilakukan bersama Yayasan Ekosistem Lestari (YEL). Langkah ini bertujuan menyelamatkan satwa dilindungi sekaligus mengantisipasi potensi konflik antara orangutan dan masyarakat.

Kedua orangutan berjenis kelamin jantan itu ditemukan di lokasi perkebunan yang berbeda. Hasil pemeriksaan tim menunjukkan keduanya dalam kondisi sehat dan tidak mengalami luka pada tubuhnya.

Salah satu orangutan diperkirakan berusia 30 tahun dengan berat 40–50 kilogram. Sementara itu, individu lainnya diperkirakan berusia sekitar 35 tahun dengan berat kurang lebih 40 kilogram.

Setelah menjalani pemeriksaan dan memperoleh rekomendasi dokter hewan, tim gabungan memindahkan kedua orangutan secara terpisah. Keduanya kemudian dilepasliarkan kembali ke kawasan hutan yang jauh dari perkebunan masyarakat.

BKSDA Aceh mengingatkan masyarakat agar tidak menangkap, memelihara, maupun memperdagangkan orangutan. Satwa tersebut merupakan spesies yang dilindungi undang-undang dan berstatus kritis atau terancam punah.

Apabila menemukan orangutan di area perkebunan atau permukiman, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada petugas BKSDA agar dapat ditangani sesuai prosedur.

Laporan penemuan orangutan dapat disampaikan melalui pusat panggilan BKSDA Aceh di nomor 0853-6283-6024.

Selain itu, BKSDA mengajak masyarakat untuk turut menjaga kelestarian hutan sebagai habitat alami orangutan Sumatra. Upaya tersebut penting untuk mengurangi risiko konflik antara manusia dan satwa liar.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News