NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK) memulai rangkaian Jejak FISIP 6 dengan kegiatan penanaman mangrove di Lampulo Park, Banda Aceh.
Aksi ini menjadi bentuk kepedulian sivitas akademika terhadap kelestarian lingkungan pesisir sekaligus upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem mangrove.
Penanaman mangrove merupakan salah satu langkah konkret untuk menghubungkan aktivitas kemahasiswaan dengan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Ekosistem mangrove berperan dalam mengurangi abrasi pantai, menjaga keseimbangan lingkungan pesisir, menjadi habitat berbagai biota laut, serta menopang keberlanjutan kehidupan masyarakat di kawasan pesisir.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa di luar ruang akademik. Melalui Jejak FISIP 6, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan karakter, jiwa kepemimpinan, solidaritas, dan tanggung jawab sosial, terutama dalam menghadapi persoalan lingkungan.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof. Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH, menyampaikan bahwa penanaman mangrove di Lampulo Park diharapkan mampu mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan. Menurutnya, mahasiswa sebagai generasi muda memiliki posisi strategis untuk mendorong perubahan positif melalui kegiatan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Wakil Dekan FISIP USK, Dr. Masrizal, S.Sos.I., M.A., menekankan pentingnya edukasi mangrove dalam membentuk karakter mahasiswa yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial dan lingkungan.
“Penanaman mangrove ini merupakan bentuk kepedulian nyata mahasiswa terhadap kelestarian lingkungan. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” demikian pesan yang dapat disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Penanggung Jawab Edukasi Mangrove Lampulo Park, Surya Darma, M.Si., menyambut positif kehadiran mahasiswa Jejak FISIP 6 yang menjadikan kawasan tersebut sebagai lokasi pembelajaran alam. Ia menjelaskan, kawasan mangrove Lampulo Park memiliki luas sekitar 11 hektare dan berfungsi sebagai salah satu kawasan penyangga bagi Kota Banda Aceh.
Ketua BEM FISIP USK, Hanip, turut menyampaikan bahwa penanaman mangrove menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mempererat kebersamaan, meningkatkan kolaborasi, serta mengembangkan kepemimpinan yang berorientasi pada kepentingan dan manfaat bagi masyarakat.
Rangkaian Jejak FISIP 6 berlangsung pada 20 Oktober hingga 2 November 2026. Melalui kegiatan ini, FISIP USK mendorong tumbuhnya kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan agar tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Upaya tersebut diharapkan berlanjut melalui pemeliharaan mangrove dan keterlibatan aktif mahasiswa dalam menjaga kawasan pesisir.
Penanaman mangrove di Lampulo Park menjadi awal dari rangkaian Jejak FISIP 6 yang membawa pesan tentang pentingnya merawat alam, memperkuat kepedulian sosial, dan membangun generasi muda yang bertanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasubbag Kemahasiswaan FISIP USK, Ibnu Kasir, S.E., Tarmizi, Rahmad Aulia, sejumlah mahasiswa, serta mitra FISIP USK dari pengelola Mangrove Lampulo Park, Surya Darma, M.Si., yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang di Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Banda Aceh. (xrq)
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News





